Melantai di bursa, Blue Bird siap tambah 7.504 taksi

Jumat, 3 Oktober 2014 11:57 Reporter : Ardyan Mohamad
Melantai di bursa, Blue Bird siap tambah 7.504 taksi Antrean taksi bandara. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Blue Bird Tbk belum mau mengungkap berapa dana segar yang mereka incar dari proses penawaran saham perdana (IPO) yang mulai dilakukan hari ini, Jumat (3/10). Perusahaan taksi di segmen tarif reguler dan premium ini hanya mengungkap bahwa mereka ingin memanfaatkan 52 persen dana segar dari bursa buat menambah armada dan pool (pangkalan taksi).

Wakil Direktur Utama Blue Bird Sigit Priawan Djokosoetono menilai setiap informasi penting mengenai IPO kini belum bisa diungkap, sampai perseroan melepas prospektus yang sudah diizinkan Otoritas Jasa Keuangan. Itu mencakup target dana segar serta investor yang terlibat. Rencananya informasi itu dilansir pada keterbukaan pukul 15.00 WIB.

Alhasil, direksi hanya mengungkapkan bahwa taksi yang ditambah minimal sesuai izin yang sudah diajukan pada Kementerian Perhubungan. Izin yang sudah terdaftar adalah 7.504 unit taksi reguler dan 68 taksi premium.

Belanja modal ini sifatnya tahun jamak. Tapi Sigit mengaku, utilisasi dana dari IPO paling lama sampai 2 tahun mendatang. "Dalam waktu dekat izin itu akan kami realisasikan," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta.

Akan tetapi, penambahan armada ini akan disesuaikan kondisi pasar. Sekarang Blue Bird menguasai 33 persen pangsa pasar taksi di Indonesia.

"Pangsa pasar tergantung berapa kompetitor menambah kendaraan," ungkap Sigit.

Kendati proses bookbuilding (penawaran saham awal) masih berlangsung hingga 10 Oktober 2014, Sigit melihat antusiasme datang dari investor asing maupun dalam negeri. PT Bursa Efek Indonesia Tbk sudah menempatkan Blue Bird sebagai emiten unggulan tahun ini. Diperkirakan analis, IPO ini menjadi yang terbesar di bursa Tanah Air dalam kurun tiga tahun terakhir.

Dia berjanji, IPO itu tidak akan melupakan kesejahteraan para sopir. Blue Bird mengalokasikan pula saham buat serikat pekerja. "Kami beri alokasi saham pada pengemudi untuk yang sudah menjadi bagian dari keluarga besar ini dan berkontribusi lama," tandasnya.

Strategi Blue Bird selepas IPO termasuk menambah pangkalan taksi. Sekarang perseroan memiliki 62 pool di 17 kota seluruh Indonesia. "Pool itu perlu kita kembangkan terus. Kota-kota besar lah yang kita masuki," kata Sigit.

Direktur Keuangan Blue Bird Robert Rerimassie mengatakan 35,71 persen dana segar dari bursa dipakai buat melunasi pinjaman. Dia mengaku, perusahaan keluarga ini mengalami Debt to Equity Ratio (DER) besar pada 2014 karena butuh mengembangkan usaha.

Robert mengaku pihaknya ingin menurunkan rasio utang itu. "Kami akan menargetkan DER ke level yang boleh dibilang kita kolot. Kita pikir itu batas utang aman untuk perusahaan. Dalam posisi itu kami bs tumbuh sesuai kondisi pasar," ungkapnya.

IPO ini, kata Robert, juga akan memberi fleksibilitas pinjaman bank buat perseroan. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. Taksi Blue Bird
  2. Bursa Saham
  3. IPO
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini