Masyarakat Diminta Waspada Modus Pencucian Uang Berkedok Ormas dan Badan Amal

Kamis, 12 September 2019 18:57 Reporter : Merdeka
Masyarakat Diminta Waspada Modus Pencucian Uang Berkedok Ormas dan Badan Amal Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae meminta masyarakat waspadai modus tempat pencucian uang aksi terorisme berkedok organisasi masyarakat dan badan amal. Saat ini, pihaknya sudah melakukan pengawasan.

"Ada salah satu prinsipnya terkait Know Your Donor principle. Jadi kalau ada NGO (non-governmental organization) menerima donor itu harus tahu dari mana, dari organisasi apa, jangan asal duit diterima. Terus kalau kita mau nyumbang prinsip yang digunakan adalah Know Your Recipient principle. Jadi kalau misal kita mau sumbang, kita tau enggak ini organisasi apa, ada enggak track record keterlibatan dia dalam terorisme, radikalisme, dan sebagainya," ujar Dian di Depok, Kamis (12/9).

Dia menjelaskan, PPATK telah berkoordinasi dengan tiga kementerian, yakni Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Luar Negeri untuk mengantisipasi hal ini.

Kemenag mengurus badan amal, Kemendagri memantau organisasi non-profit yang dananya dari dalam negeri, sementara Kemlu mengawasi organisasi non-profit yang sumber dananya dari luar negeri. PPATK pun turut berkoordinasi dengan Densus 88 dan negara sahabat untuk mendapat info soal pencucian uang pelaku terorisme.

Meski demikian, PPATK tak menjelaskan berapa badan amal atau organisasi yang dipantau. Tahun lalu tercatat ada 840 laporan pencucian uang terkait terorisme, dan sampai April tahun ini sudah ada 172 laporan.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin menyebut, negara sangat berhati-hati dalam dalam menetapkan status badan amal. Sebab, organisasi seperti itu amat penting bagi masyarakat.

"Sepanjang yang saya perhatikan, penetapan suatu badan amal itu dilakukan sangat hati-hati karena kekuatan bangsa Indonesia ini justru amal dari sokongan masyarakat. Jadi kalau kita salah menetapkan lembaga amal itu bisa kontraproduktif terhadap pembangunan masyarakat kita," tandasnya.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini