Masuk Jakarta, Uber ingin orang tak perlu beli mobil pribadi

Kamis, 14 Agustus 2014 09:00 Reporter : Ardyan Mohamad
Masuk Jakarta, Uber ingin orang tak perlu beli mobil pribadi Uber Teknologi. ©istimewa

Merdeka.com - Layanan aplikasi penjemputan mewah Uber Black hadir di Indonesia. Ini adalah penetrasi pasar Uber Technologies Inc keenam di pasar Asia Tenggara.

Perusahaan Amerika Serikat ini tergolong agresif melebarkan sayap ke seluruh dunia. Ditambah Jakarta, kini ada 60 kota sedunia merasakan standard jemputan Uber yang dijamin datang tak sampai 10 menit.

Regional General Manager Uber untuk Asia Tenggara Michael Brown menjelaskan pihaknya memang bersemangat untuk ekspansi. CEO Uber Travis Kalanick, sangat ambisius dengan target layanan bisa hadir di satu kota baru seluruh dunia, saban dua pekan.

Sekarang Uber beroperasi di 26 negara, diperkuat karyawan lebih dari 300 orang. Jauh meningkat dibanding 75 tenaga kerja ketika pertama kali berdiri.

"Padahal kami pertama beroperasi empat tahun lalu. Bisa dibilang, perkembangan kami amat pesat," kata pria akrab disapa Mike itu kepada merdeka.com, saat ditemui di The Plaza, Jakarta, Rabu (13/8).

Sejauh ini produk ditawarkan ke pasar Indonesia masih standard, yakni jemputan mobil rental bertarif terjangkau.

Sedangkan di negara asalnya, Uber sudah mengembangkan pelbagai variasi layanan. Sebut saja misalnya, Uber Rush yang diluncurkan April tahun ini. Lewat aplikasi itu, pengiriman paket di New York bisa dilakukan kapan saja berbekal ponsel, memanfaatkan kurir bersepeda.

Lain lagi dengan San Fransisco, lokasi markas pusat Uber, yang kini merasakan Uber X. Melalui program ini konsumen yang hendak berbagi tumpangan, bisa terhubung satu sama lain dalam waktu singkat.

Mike menjelaskan, cita-cita Uber adalah menurunkan tarif berkendara seminimal mungkin dengan layanan cepat dan mudah digunakan. Dia berharap bisa menerapkan visi itu dalam melayani publik Jakarta yang kerap didera kemacetan.

"Ambisi kami ke depan, kalau layanan mobil mewah bisa diakses semudah ini, maka orang semakin tidak perlu lagi membeli mobil pribadi," ujarnya.

Supaya segmen kelas menengah atas, sasaran awal Uber di Tanah Air, semakin mengenal layanan mereka, muncul tagar #UberLove di Twitter. Mereka menggandeng pesohor dan pengusaha kondang, misalnya Raline Shah, Whulan Herman, maupun Sandiaga Salahuddin Uno untuk turut berpromosi. Uber ingin secepatnya menguasai pasar Jakarta.

"Tujuan dari hashtag #UberLove kami ingin membangun kesadaran kenapa Uber itu keren, sehingga makin banyak orang menggunakan layanan kami," kata Mike.

Lebih dari itu, bisnis Uber langsung berhadapan dengan taksi premium Ibu Kota, misalnya Silver Bird, White Horse, maupun Express Premium. Dia mengaku tidak khawatir bersaing dengan para pemain lama.

Selain karena tidak berusaha menjalankan bisnis taksi konvensional, Uber untuk awalnya fokus pada pelayanan berkendara, bukan jumlah armada. "Semakin banyak pilihan justru semakin bagus untuk konsumen. Kami sangat mempercayai itu."

Berdasarkan analisis Alyson Shontel dari Business Insider, edisi 23 Agustus 2013, Uber kini menjadi perusahaan teknologi informasi paling panas di Negeri Abang Sam.

Disebut-sebut, Uber perlahan menyaingi kemampuan Amazon yang punya sistem logistik terbaik dalam bisnis berbasis internet. Karena berbasis pada layanan riil, bukan hanya media sosial, valuasi nilai Uber bahkan berpotensi menyaingi Twitter atau Path.

Dalam hitungan tak resmi yang bocor pada 2013, Uber disebut-sebut menangguk pendapatan kotor USD 125 juta selama setahun operasional di seluruh dunia. Nilai perusahaan yang sampai sekarang belum melantai di bursa ini, ditaksir mencapai USD 3,4 miliar.

"Investor sangat bergairah dengan bisnis yang mereka lakukan. Laba meningkat 18 persen setiap bulan. Apalagi kini Uber sukses bekerja sama dengan Google, yang akan memberi nilai tambah bagi perusahaan ini," tulis Shontel. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini