Maskapai Emirates Menyasar Konsumen Premium Indonesia

Jumat, 2 Desember 2022 11:53 Reporter : Darojatun
Maskapai Emirates Menyasar Konsumen Premium Indonesia Sesi lunchmeeting Emirates dengan para pemimpin media di Jakarta, termasuk dengan Merdeka.com. APCO Worldwide/Emirates©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah sesi perkenalan antara Country Manager Maskapai Emirates, Mohammad Al Attar, dengan para pemimpin media di bilangan Jakarta Pusat, Rabu (30/11), membuka tabir yang menarik soal kondisi perekonomian orang Indonesia. Selepas ketatnya belenggu pandemi, ternyata orang Indonesia suka berjalan-jalan. Bahkan dengan cara yang tidak murah.

Mohammad yang berdarah asli Uni Emirat Arab itu belum genap sebulan bertugas di Jakarta untuk memimpin 42 orang tim Emirates di Indonesia. Lelaki perlente tersebut sudah kerap bolak-balik di antara dua kantornya di Jakarta dan Bali. Dia harus memastikan segala sesuatu yang terkait mekanisme operasional berjalan mulus.

Sebelumnya dia bertugas di Malaysia. Namun belum-belum dia sudah merasa nyaman berada di Indonesia.

"Tim saya yang orang Malaysia bahkan juga ikut mempromosikan hal-hal positif soal Indonesia ketika saya akan pindah ke sini. Sepertinya orang Malaysia pun lebih suka tinggal di Indonesia," selorohnya.

Tantangan berat menanti Mohammad. Lantaran pulihnya bisnis jasa penerbangan di seluruh dunia, hingga sudah hampir mencapai era pra-pandemi ini, dia harus segera memikirkan cara untuk menambah man power dan kapasitas layanan maskapai Emirates di Indonesia guna memenuhi permintaan tiket penerbangan dari dan ke Indonesia.

"Khusus di musim dingin ini tingkat permintaan tiket penerbangan ke Dubai sangat tinggi. Tanpa perlu ada piala dunia di negara tetangga kami, Qatar, pun akhir tahun selalu jadi masa sibuk untuk Emirates Air. Kini semuanya jadi berlipat ganda, dan orang Indonesia pun banyak yang bepergian ke region kami saat ini," tambahnya lagi.

Secara reguler Emirates adalah salah satu maskapai favorit calon jemaah yang beribadah umrah dan haji. Namun Mohammad menyingkap fakta menarik soal pesatnya permintaan kursi first class di Indonesia sejak awal 2022 ini.

"16 kursi dan selalu habis dipesan," ucapnya.

"Emirates berkomitmen tetap memberi value yang tinggi pada produk bangku first class kami," katanya penuh keyakinan.

sesi lunchmeeting emirates air dengan para pemimpin media di jakarta termasuk dengan merdekacom
APCO Worldwide/Emirates©2022 Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Bisa Mandi Saat Terbang

Melihat respons kaum berkocek tebal Indonesia untuk senantiasa memilih bangku kelas satu di Emirates ketimbang jasa layanan sejenis di maskapai lain, bisa jadi langkah strategis Emirates ini tepat sasaran.

Dilengkapi kursi yang bisa diubah menjadi tempat tidur dengan posisi betul-betul rebahan horizontal, first class Emirates memang menawarkan kenyamanan yang langka.

Sempat menjadi viral beberapa waktu lalu bagaimana kelas utama di Emirates dengan line up Airbus 380 tersebut menyediakan fasilitas mandi di udara ---meski hanya diperbolehkan berdurasi sekitar lima menitan.

Merdeka.com mendapati bahwa harga tiket mewah ini berayun dari angka Rp 69 juta hingga Rp 80 juta untuk sekali terbang dari Jakarta ke kawasan Timur Tengah saja (termasuk Dubai tentunya). Untuk sebuah durasi penerbangan di kisasaran 8-10 jam ini, tingkat harga yang ditawarkan jelas sungguh terbatas hanya pas untuk kalangan jetset Nusantara.

Benarkah Indonesia akan mengalami imbas yang kuat di tahun 2023 yang akan diwarnai awan mendung resesi ekonomi? Yaitu saat Emirates justru menempatkan orang terbaiknya di Jakarta untuk mengantisipasi lonjakan penumpang?

[noe]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini