KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Masih gunakan energi primer, emisi CO2 Indonesia meningkat dua kali lipat

Kamis, 14 September 2017 12:09 Reporter : Siti Nur Azzura
Kepala Ekonom BP Group Spencer Dale. ©2017 merdeka.com/Azzura

Merdeka.com - Indonesia menetapkan target untuk menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen dengan upaya sendiri atau 41 persen dengan kerja sama internasional pada 2030 sesuai dengan Kesepakatan Paris. Upaya penurunan itu dilakukan melalui berbagai sektor, antara lain sektor kehutanan, pertanian, energi, transportasi, dan industri.

Namun, masih masifnya penggunaan energi primer di Indonesia menyebabkan emisi karbon Tanah Air masih cukup tinggi. British Petroleum (BP) mencatat emisi CO2 Indonesia dari penggunaan energi meningkat 7,6 persen pada 2016.

"Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dari rata-rata 10 tahun sebesar 3,7 persen," kata Kepala Ekonom BP Group, Spencer Dale di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (14/9).

Meski emisi karbon masih tinggi, namun posisi energi baru terbarukan (EBT) terhadap seluruh bauran energi nasional di 2016 mengalami peningkatan di atas rata-rata. Yakni sebesar 7,1 persen dari perolehan rata-rata di 10 tahun sebesar 4,7 persen.

Salah satu penyumbang meningkatnya posisi EBT tersebut dari tumbuhnya pemanfaatan energi air (hydro) sebesar 4,8 persen pada 2016 dan menyumbang hanya di bawah 2 persen dari konsumsi energi Indonesia.

"Intensitas energi atau jumlah energi yang dibutuhkan per unit PDB meningkat sebesar 0,8 persen pada tahun 2016, dibandingkan dengan penurunan tahunan rata-rata 2,6 persen selama 10 tahun terakhir," imbuh Dale.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mencatat posisi energi baru terbarukan (EBT) terhadap seluruh bauran energi nasional, hingga 2017 baru sebesar 11-12 persen. Angka ini sudah setengah jalan dari target bauran energi sebesar 23 persen di tahun 2025.

Untuk itu, pihaknya akan terus menggenjot pembangunan pembangkit EBT guna memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Mengingat, Indonesia telah menandatangani perjanjian COP 21 di Paris untuk meminimalisir perubahan iklim dunia.

"Presiden sudah tandatangani komitmen untuk kurangi polusi, atau mempertahankan supaya tidak parah, komitmen pemerintah melalui RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) dan KEN (Kebijakan Energi Nasional)," kata Menteri Jonan di Kantornya.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.