Masih Ada Ketidakpastian Global, Ekonomi RI 2020 Diramal Masih Tumbuh 5 Persen

Rabu, 5 Februari 2020 15:56 Reporter : Dwi Aditya Putra
Masih Ada Ketidakpastian Global, Ekonomi RI 2020 Diramal Masih Tumbuh 5 Persen pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Mantan Menteri Perdagangan era SBY, Mari Elka Pangestu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tak berbeda jauh dengan di 2019 yakni di kisaran 5 persen. Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari pengaruh berbagai kondisi eksternal.

"Prediksi saya rasa masih sekitar 5 persen, mungkin masih sedikit di atas 5 persen. Karena faktor eksternal masih banyak ketidakpastian, kemudian dampak virus corona," kata dia di Jakarta, Rabu (5/2).

Di samping itu, dia melihat sepanjang tahun ini perang dagang antara AS dan China masih membayangi Indonesia. Sehingga, itu semua menyebabkan Indonesia tidak bisa mengejar target pertumbuhan di 6 persen.

"Banyak hal tidak pasti dan investment masih menunggu. Dan kita memang melakukan structure reform Tapi dampaknya terasa tahun depan," kata dia.

Ekonom senior ini menambahkan, Indonesia bisa saja tumbuh di kisaran 6 persen jika current account deficit (CAD) naik. Menurutnya CAD naik, bukan menjadi momok menakutkan, melainkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kita harus bisa melihat CAD bukan sebagai momok dalam arti waduh naik, waduh ini bencana. Karena sebetulnya dia (CAD) bukan bencana kalau itu memang dibiayai oleh, intinya CAD tinggi tidak masalah kalau ada FDI atau PMA yang masuk untuk biaya CAD itu. Bukan dana jangka pendek yang mudah keluar.

"Dan dana masuk ini pada akhirnya akan meningkatkan investasi ekspor dan jangka menengah akan meningkatkan pertumbuhan income dan dengan sendirinya akan kita harap saving dalam negeri naik sehingga saving terhadap GDP akan lebih biasa membiayai investasi yang diperlukan," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Pertumbuhan Ekonomi RI 2019 Capai 5,02 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan tahun lalu melambat dibandingkan periode 2018 sebesar 5,17 persen dan 2017 sebesar 5,07 persen.

"Mempertahankan lima persen dalam situasi sekarang tidak gampang. Saya pikir 5,02 persen yang menunjukkan pelemahan ini, sudah cukup baik," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/2).

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV-2019 mencapai 5,05 persen. Angka ini naik tipis dibandingkan kuartal III-2019 sebelumnya yakni hanya 5,02 persen.

"Besok Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyampaikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV. Dari angka yang kita dengar itu 5,05 persen," kata dia.

Sementara, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 masih berada di atas 5 persen. Mengingat, sepanjang kuartal I sampai III 2019 pertumbuhan ekonomi berada di level 5 persen. "Kalau tahun lalu (2019) masih di atas 5 persen lah," katanya. [azz]

Baca juga:
Gara-Gara Freeport, Ekonomi Papua Anjlok 7,4 Persen di 2019
Virus Corona Pukul Pariwisata RI, Bank Dunia Ramal Dampak ke Pertumbuhan Tak Besar
Mari Elka Pangestu: Kita Harus Bersyukur Ekonomi Masih Tumbuh 5 Persen
Dampak Virus Corona, Ekonomi RI Bisa Terkoreksi 0,29 Persen
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 2019 Sebesar 5,02 Persen
Menko Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 di Atas 5 Persen

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini