Masalah Garuda Indonesia, Dari Laporan Keuangan Bodong hingga Penyelundupan Harley

Jumat, 6 Desember 2019 08:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Masalah Garuda Indonesia, Dari Laporan Keuangan Bodong hingga Penyelundupan Harley Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sebagai maskapai penerbangan nasional Tanah Air, Garuda Indonesia tercatat telah tujuh dekade mengudara. Selama itu pula, ada deretan transformasi terjadi, baik dari tampilan hingga pelayanan yang tak jarang menuai pujian.

Namun di sisi lain, Garuda Indonesia tak luput dari sederet kasus yang kemudian jadi buah bibir sampai menimbulkan kontroversi. Khususnya di 2019, baru-baru ini Garuda tersandung kasus penyelundupan onderdil.

Sebenarnya bukan itu saja kasus yang pernah melilit Garuda Indonesia. Maskapai ini juga pernah tersandung kasus Laporan Keuangan Bodong.

Berikut Rinciannya:

1 dari 4 halaman

Laporan Keuangan Bodong

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memutuskan bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan kesalahan terkait kasus penyajian Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2018. Temuan ini merupakan hasil investigasi setelah melakukan koordinasi bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, PT Bursa Efek Indonesia, dan pihak terkait lainnya.

Pihak OJK yang diwakili oleh Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis, Anto Prabowo mengungkapkan bahwa, Garuda Indonesia telah terbukti melanggar Pasal 69 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UU PM) jis. Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8 tentang Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa, dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 30 tentang Sewa.

"Pengenaan sanksi dan/atau Perintah Tertulis terhadap PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Direksi dan/atau Dewan Komisaris, AP, dan KAP oleh OJK diberikan sebagai langkah tegas OJK untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri Pasar Modal Indonesia," ujar Anto Prabowo, dalam keterangan resminya Jumat (28/6).

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis, Anto Prabowo mengatakan, OJK juga mengenakan Sanksi Administratif berupa denda sebesar Rp 100 juta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atas pelanggaran Peraturan OJK Nomor 29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.

Tak hanya perseroan, sanksi denda juga dijatuhkan masing-masing anggota Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 100 juta atas pelanggaran Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan.

Selai itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjatuhkan sanksi kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) atas kasus klaim laporan keuangan perseroan yang menuai polemik. Beberapa sanksi yang dijatuhkan antara lain denda senilai Rp 250 juta dan restatement atau perbaikan laporan keuangan perusahaan dengan paling lambat 26 Juli 2019 ini.

2 dari 4 halaman

Angkut Harley Selundupan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Ari Ashkara mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri dari pada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Selidiki Dugaan Penyelundupan Ferarri

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia baru saja membuat heboh publik dengan adanya penyelundupan onderdil motor gede (moge) sejenis Harley Davidson keluaran 1970an. Bersamaan dengan kasus ini, beredar di masyarakat, isu Garuda Indonesia juga mengangkut mobil mewah ilegal sejenis Ferarri.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai isu penyelundupan Ferrari ilegal oleh Garuda Indonesia. Meski demikian, pihaknya akan menyelidiki secara langsung perusahaan pelat merah tersebut.

"Aku musti cek kalau itu (Ferrari) ya," ujar Heru singkat saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Heru menjelaskan, tidak hanya kali ini Bea Cukai menangkap basah pelaku penyelundupan. Sejak awal tahun juga sudah ada banyak penangkapan berbagai barang ilegal. Hal tersebut tak lepas dari peran Bea Cukai memberantas barang ilegal.

"(Penyelundupan ke berapa tahun ini?) Banyak, ratusan. Jadi, nanti Selasa kita preskon di Tanjung Priok untuk tangkapan penyelundupan lainnya," kata Heru.

4 dari 4 halaman

Menu Makanan Tulis Tangan

Pada pertengahan Juli lalu, seorang YouTuber Rius Vernandes harus berurusan dengan pihak berwajib. Hal ini disebabkan unggahan Instagram Story-nya yang menunjukkan menu makanan tulis tangan pada penumpang kelas bisnis pesawat Garuda.

"Kami dilaporkan atas dugaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Gue yakin kalian tahu kalau gue TIDAK ADA maksud sama sekali untuk mencemarkan nama baik siapapun," tulisnya di keterangan foto di unggahan di akun Instagram-nya, @rius.vernandes, Selasa, 16 Juli 2019.

Pris yang kerap membagikan ragam hal soal miles penerbangan ini telah diunggah di channel YouTube-nya yang berisi cerita lengkap soal menu makanan tulis tangan. Terlihat pramugari Garuda dengan rute Sydney-Denpasar menjelaskan menu dalam proses cetak.

Setelah kisruh yang terjadi, Garuda Indonesia dan Rius akhirnya berdamai. Hal ini disampaikan Ketua Harian Serikat Pekerja Garuda (Sekarga), Tomy Tampatty. Pihaknya selaku pelapor Rius sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

"Konsekuensinya kita mencabut seluruh laporan dan tidak akan mengajukan kembali," kata Tomy dalam sebuah konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 19 September 2019 lalu. [idr]

Baca juga:
Selundupkan Harley Davidson, Dirut Garuda Indonesia Miliki Harta Rp 37,5 Miliar
Erick Thohir Ungkap Kronologi Harley Selundupan dari Dua Surat Ini
Direktur Keuangan Ditunjuk Jadi Pelaksana Tugas Dirut Garuda Indonesia
Tak Hanya Harley Davidson, Bea Cukai Bakal Selidiki Garuda Soal Ferarri Ilegal
Angkut Harley dari Prancis, Garuda Indonesia juga Terancam Sanksi dari Kemenhub

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini