Ma'ruf Amin: Indonesia Harus Kerja Keras Merebut Pasar Global Industri Halal

Rabu, 27 Oktober 2021 14:43 Reporter : Dwi Aditya Putra
Ma'ruf Amin: Indonesia Harus Kerja Keras Merebut Pasar Global Industri Halal Wapres Maruf Amin. ©Antara

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menyebut, industri halal memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian nasional. Hal tersebut terlihat dengan banyaknya negara-negara di dunia yang tengah fokus untuk mengembangkannya sektor ini.

Bahkan saat ini negara-negara memiliki populasi muslim yang relatif sedikit, seperti Brazil, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok turut andil dalam mengembangkan industri halal. Artinya, Indonesia perlu bekerja keras untuk dapat bersaing dengan negara-negara tersebut.

"Indonesia harus bekerja lebih keras untuk dapat bersaing dalam merebut pangsa pasar global industri halal," ujarnya ketika membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-8 Tahun 2021, Rabu (27/10).

Pemerintah Indonesia sendiri sedang melakukan upaya dalam peningkatan peran industri halal agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Inisiatif perbaikan peraturan dan kebijakan yang dapat mempercepat pengembangannya merupakan bentuk dari komitmen Pemerintah.

Salah satunya melalui terbitnya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, sebagai rencana Induk atau arah strategis pengembangan keuangan syariah di Indonesia, dan penguatan kelembagaan ekonomi dan keuangan syariah yang semula adalah KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) kemudian menjadi KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) melalui Perpres Nomor 28 Tahun 2020,

Kementerian Perindustrian juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 17 tahun 2020 Tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan Dalam Rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal, merupakan langkah awal pembentukan Kawasan Industri Halal (KIH) di Indonesia.

Selanjutnya Pemerintah juga akan terus melakukan terobosan dalam menunjang berkembangnya industri halal di antaranya dengan mengeluarkan kebijakan dan program seperti kodefikasi produk halal, sertifikasi halal, pemberian insentif untuk KIH, penyusunan Masterplan Industri Halal, dukungan pembiayaan syariah, pembentukan ekosistem industri produk halal, peningkatan literasi dan inklusi, digitalisasi usaha syariah, serta peningkatan kompetensi SDM berbasis ekonomi dan keuangan Syariah.

Wapres Ma'ruf Menambahkan, upaya penguatan industri halal juga memerlukan dukungan institusi pembiayaan syariah yang kuat. Data Global Islamic Financial Report (GIFR) Tahun 2021 menyatakan bahwa posisi Indonesia mengalami peningkatan dari peringkat 2 menjadi peringkat 1. Hal ini menunjukan bahwa lembaga pembiayaan syariah di Indonesia telah menunjukkan kinerjanya. [azz]

Baca juga:
Wapres: Global Halal Value Chain Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi
Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Manfaatkan Pasar Produk Halal Dunia
Kosmetik dan Obat-obatan Wajib Kantongi Sertifikat Halal, Ini Tanggapan Pengusaha
Kewajiban Sertifikasi Produk Halal Dimulai, Kemenag Sasar 65 Juta Pelaku Usaha
Obat, Kosmetik, dan Barang Gunaan Wajib Kantongi Sertifikat Halal Mulai Hari Ini
Bank Indonesia: Pangsa Pasar Makanan Halal Indonesia Terbesar di Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini