KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Maret 2015, semua maskapai satukan airport tax dengan tiket

Sabtu, 6 Desember 2014 09:37 Reporter : Novita Intan Sari
Tiket pesawat dan airport tax. ©2012 Merdeka.com/Djoko Poerwanto

Merdeka.com - PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola bandara Indonesia bagian barat mengaku siap menjalankan perintah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk menyatukan Passenger Service Charge (PSC) atau biasa disebut airport tax ke dalam tiket.

Seluruh maskapai yang menggunakan jasa Angkasa Pura II secara resmi akan menggabungkan airport tax dengan tiket pada 1 Maret 2015.

"Kami sudah bicara dengan seluruh maskapai bersama dengan Menteri Perhubungan pak Jonan. Semua confirm iya," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Persero Tri Sunoko kepada wartawan, Jakarta, kemarin.

Pemberlakuan kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap, di mana pada 1 Januari 2015 sudah ada beberapa maskapai yang menjalankannya. Ini dilakukan dalam rangka sosialisasi dan masyarakat tidak terkejut dengan kebijakan ini.

"1 Januari, tiket sudah dijual bersamaan dengan PSC. Karena, airlines perlu sosialisasi karena kalau mendadak, bisa ribet."

Jika calon penumpang yang telah membeli tiket sebelum Januari, namun untuk keberangkatan Januari dan bulan selanjutnya, maka pembayarannya hanya tiket, tidak termasuk PSC.

Selain masalah PSC, perusahaan pelat merah ini juga menganggarkan investasi pada 2015 sebesar Rp 8 triliun. Alokasi dana tersebut untuk pengembangan bandara yang dikelola perusahaan.

Di antaranya penyelesaian terminal 3, pengembangan bandara Dipati Ukur Pangkal Pinang, Palembang, Bandara Halim Perdanakusuma, serta Pontianak.

"Dananya berasal dari internal 30 persen dan pinjaman perbankan BUMN, serta lembaga keuangan non bank sekitar 70 persen," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bakal memaksa seluruh maskapai penerbangan tak lagi memisahkan Passenger Service Charge (PSC) atau lebih dikenal airport tax dengan harga tiket. Ini agar kemudahan pelayanan tak kalah dengan kereta api.

"Maskapai penerbangan harus mau, kami akan paksa. Harus dijadikan satu masa kalah sama Kereta Rel Listrik (dalam hal permudah pelayanan)," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (5/11).

Diakui Jonan, penyatuan tersebut bakal membuat harga tiket menjadi lebih mahal. Namun, itu bakal berdampak terhadap efektivitas pelayanan. "Itu satu paket harus kembali. beli karcis jadi tidak dipisah-pisah begitu," jelas dia. [idr]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.