Maraknya Serangan Hoaks Ancam Reputasi Perusahaan Asuransi

Kamis, 18 Juli 2019 15:10 Reporter : Merdeka
Maraknya Serangan Hoaks Ancam Reputasi Perusahaan Asuransi Asuransi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Head of Corporate Communications Allianz Indonesia Wahyuni Murtiani mengatakan, banyaknya informasi bohong (hoaks) dinilai tidak hanya subur ketika pemilu, tapi juga mulai meresahkan sektor bisnis, salah satunya perusahaan asuransi.

"Tidak mudah untuk mempertahankan image korporasi apalagi di era digital komunikasi yang tidak terbatas yang rentan dengan gempuran hoaks," kata Wahyuni dikutip Antara, Kamis (18/7).

Dia menjelaskan, penyebaran berita bohong untuk menutupi tindakan penipuan asuransi termasuk melalui kampanye gelap dapat merusak citra perusahaan, antara lain membangun narasi proses klaim nasabah yang tidak mudah oleh perusahaan.

Dengan begitu, dia mengimbau masyarakat tidak mudah terhasut oleh hoaks, lakukan double-check sangat penting, serta cari sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya, seperti lembaga resmi atau langsung memperoleh informasi dari perusahaan yang bersangkutan. Untuk mengukur seberapa baik citra perusahaan, Frontier Group salah satu lembaga yang konsisten melakukan survei tentang corporate image.

Menurut survei yang disiarkan di laman http://imacaward.com dan Majalah Marketing, survei independen ini dilakukan pada Maret-April 2019 yang melibatkan 3.000 responden dari unsur publik, manajemen, investor dan juga kalangan jurnalis yang mencapai 180 orang.

Untuk sektor asuransi kategori total asset di atas Rp20 trilliun, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, menjadi salah satu perusahaan yang berhasil meningkatkan Corporate Image Index (CII) sebelumnya masih di bawah 1, untuk saat ini menjadi di atas 1 atau di atas rata-rata industri dengan kategori 'excellent'.

"Pencapaian ini buah kerja keras, dukungan dan kerja sama yang kuat dari banyak pihak termasuk agen. Selain citra perusahaan yang membaik, tahun ini kinerja kami juga menggembirakan," imbuhnya.

Sementara itu, pengamat korporasi Godo Tjahjono mengatakan bahwa reputasi perusahaan perlu dibangun bertahun-tahun tidak hanya di depan nasabah tetapi juga dimata pemangku kepentingan (stakeholders).

"Umumnya, perusahaan akan tangguh terhadap hoaks, karena mereka konsisten membangun reputasi dan menerjemahkan prinsip-prinsip humanistik dalam bisnisnya. Masih banyak perusahaan belum menjiwai konsep humanistik bisnis,' ujar Godo.

Menurutnya, salah satu kunci menjaga corporate image adalah hubungan langsung antara representasi perusahaan, termasuk agen, dalam bersentuhan dengan nasabah dan stakeholders lainnya dalam prinsip-prinsip humanistic business yakni goodness, respect dan dignity. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini