Mantan staf khusus SBY nilai Jokowi sulit tekan angka kemiskinan

Minggu, 27 September 2015 16:00 Reporter : Novita Intan Sari
Mantan staf khusus SBY nilai Jokowi sulit tekan angka kemiskinan Jokowi tinjau kebakaran hutan di Kalimantan. ©AFP PHOTO/Romeo Gacad

Merdeka.com - Pemerintah Joko Widodo dinilai tidak dapat menekan angka kemiskinan dalam waktu dekat. Bahkan, target angka kemiskinan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 10,3 persen, sudah terlewati dan berpotensi terus meningkat.

Mantan Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Firmansyah mengatakan, angka kemiskinan Maret 2015 meningkat menjadi 11,22 persen.

"‎Jadi ini menurut saya perlu menjadi perhatian lebih khusus bagi pemerintahan. Terlebih dalam APBNP 2015 target kemiskinan itu dipatok 10,3 persen. Sekarang kan sudah 11 persen," ujarnya di Jakarta, Minggu (27/9).

Pria yang juga rektor Universitas Paramadina ini yakin pada rilis September mendatang, angkanya akan semakin terkerek. Menurut dia, semakin meningkatnya angka kemiskinan saat ini disebabkan oleh musim kemarau panjang atau El Nino dan kabut asap akibat kebakaran hutan.

"Karena ada fenomena El Nino di banyak daerah, ditambah persoalan asap dan kebakaran hutan," jelas dia.

Menurutnya, kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan menambah beban kehidupan masyarakat daerah yang bergantung pada sumber daya alam tersebut. Selain kabut asap membuat masyarakat tidak produktif, jatuhnya harga komoditas di dunia membuat kinerja pertumbuhan ekonomi daerah-daerah tersebut rendah.

"Daerah di Sumatera dan Kalimantan itu berbasis SDA. Yang mana harga pasar dunia terkait dengan harga komoditas itu juga drop, baik sisi permintaan dan harga," ungkapnya.

Maka dari itu, pemerintah harus segera mencari solusi agar fenomena El Nino dan bencana kabut asap ini segera terselesaikan. "Kalau tidak diselesaikan, maka akan menambah jumlah orang miskin," tutup dia. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini