Mantan Guru Ini Punya Harta Rp32,4 Triliun Usai Sukses Bangun Startup

Minggu, 5 Juli 2020 07:00 Reporter : Merdeka
Mantan Guru Ini Punya Harta Rp32,4 Triliun Usai Sukses Bangun Startup Ilustrasi startup. © CBC

Merdeka.com - Perusahaan startup bimbingan belajar (bimbel) online asal India, Byju berhasil meraih status sebagai decacorn pasca meraih pendanaan yang dipimpin pemodal Ventura asal Silicon Valley, Bond Capital milik Mary Meeker.

Sang pembangun, Byju Raveendran kini tercatat menjadi miliarder berharta Rp32,4 triliun.

Investasi sebesar USD 100 juta membuat perusahaan asal Bangalore dengan valuasi USD 10,5 miliar tersebut menjadi startup terbesar kedua di India, setelah firma pembayaran Paytm yang bernilai USD 16 miliar.

Byju yang didirikan seorang mantan guru matematika berusia 39 tahun, Byju Raveendran, kini telah menjangkau 57 juta siswa di 1.700 kota yang sebagian besar berada di India.

Raveendran sendiri masuk ke dalam daftar Forbes World's Billionaires tahun ini dengan kekayaan bersih USD 1,8 miliar (Rp25,3 triliun).

Kekayaan bersih miliarder pun melonjak jadi USD 2,3 miliar (Rp32,4 triliun) kala Raveendran belum menjual saham dalam bentuk apapun pada sesi penggalangan dana.

"Didukung oleh jutaan siswa, Byju telah muncul sebagai pemimpin di bidang teknologi edukasi. Kami senang untuk mendukung seorang visioner seperti Byju dan timnya dalam upaya untuk terus berinovasi dan membentuk masa depan pendidikan," kata Mary Meeker seperti dikutip dari Forbes.

Miliarder ini mengungkapkan, kemitraan bersama Mary Meeker merupakan bukti peran Byju dalam membantu siswa untuk dapat belajar lebih baik melalui platform digitalnya.

"Ini juga menunjukan adanya peningkatan minat global terhadap teknologi belajar online di saat pembelajaran digital semakin digemari," ujar Raveendran.

Sebelum kemitraan tersebut, Byju sendiri merupakan perusahaan bimbel online yang paling banyak didanai di dunia. Perseroan berhasil meraup hampir USD 1,5 miliar dana kumulatif dari 15 kali putaran penggalangan dana.

Terakhir, Byju mengumpulkan sekitar USD 200 juta pada Februari dari General Atlantic dengan nilai valuasi USD 7,8 miliar.

Baca Selanjutnya: Pandemi Virus Corona...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini