Mantan Bos Pertamina Sambut Baik Penyelidikan Mafia Migas oleh KPK

Kamis, 12 September 2019 17:25 Reporter : Merdeka
Mantan Bos Pertamina Sambut Baik Penyelidikan Mafia Migas oleh KPK Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengaku terkejut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menindaklanjuti kasus mafia migas yang terjadi di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Meski begitu, dia menyambut baik hal tersebut.

"Kalau saya si surprise bahwa KPK itu masih melanjutkan," kata Dwi, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/9).

‎Dia mengatakan, penetapan tersangka kasus mafia migas pada tubuh Petral merupakan kemajuan besar dalam memberantas mafia migas di Indonesia. Upaya tersebut diharapkan berlanjut sehingga jaringan mafia migas di Indonesia bisa terungkap dan diberantas.

"Tentu saja kita berharap bahwa langkah itu bisa melanjutkan upaya-upaya membebaskan industri migas dari mafia," tuturnya.

Sebelum KPK turun tangan, anak usaha Pertamina yang saat ini sudah dibubarkan tersebut telah diaudit oleh Kordamentha, namun proses audit tidak bisa total sebab auditor asal Australia tersebut tidak bisa mengakses aliran dana pribadi.

Kepala SKK Migas ini melanjutkan, data audit yang didapat dari Kordamentha kemudian dipaparkan dan diberikan ke KPK untuk ditindak lanjuti, kemudian lembaga anti rasuah tersebut dapat mengakses aliran dana.

"Waktu di awal-awal saat saya di Pertamina kan diminta KPK untuk paparan tentang Petral dan tentang hasil audit Investigasi yang dilakukan Kordamentha, kita paparkan semua mereka minta data-data Kita sampaikan,"‎ jelasnya.

Menurutnya, kegiatan pengadaan migas harus terus dipantau, agar praktik mafia migas tidak terjadi, mengingat kegiatan praktif mafia migas juga kemungkinan bisa terulang kembali. Agar praktik mafia migas bisa diberantas, maka dibutuhkan lembaga yang melakukan pengawasan kegiatan pengadaan migas dengan baik.

"Masih ada (kemungkinan praktik mafia migas) selama kalau tidak ada lembaga yang betul melakukan pengawasan secara baik, ada kemungkinan-kemungkinan seperti itu ada," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK menggeledah lima lokasi terkait kasus mafia migas dengan tersangka mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto. Di antaranya, rumah yang beralamat di Jl. Pramukasari 3, Jakarta. Rumah yang beralamat di Komplek Ligamas, Pancoran, Jakarta Selatan, dan apartemen yang beralamat di Salemba Residence, Jakarta Pusat.

Kemudian rumah yang beralamat di Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, dan Rumah yang beralamat di Jl. Cisanggiri II Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

KPK menetapkan Managing Director Pertamina Energy Service (PES) 2009-2013 yang juga mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading (Petral) Bambang Irianto sebagai tersangka suap terkait dengan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

Bambang diduga menerima suap USD 2,9 juta dari Kernel Oil dalam rentang waktu 2010-2013. Penerimaan uang diterima Bambang melalui rekening perusahaan Siam Group Holding

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini