Mangkrak 3 Tahun, Masalah Lahan Proyek Lotte Chemical & Krakatau Steel Berakhir

Jumat, 13 Desember 2019 15:50 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Mangkrak 3 Tahun, Masalah Lahan Proyek Lotte Chemical & Krakatau Steel Berakhir Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Setelah terkatung-katung selama 3 tahun, permasalahan lahan yang tumpah tindih pada lokasi pembangunan pabrik kimia Lotte Chemical di area milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menemui titik terang. Ditandai dengan adanya penandatangan nota kesepahaman atau MoU antar perusahaan di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan permasalahan antar kedua perusahaan. Penyelesaian tersebut menghasilkan kesepakatan win-win solution yang saling menguntungkan kedua perusahaan.

"Persoalan Lotte. Investasinya USD 4,2 miliar. Persoalan ini sudah mangkrak hampir 3 tahun. Masalahnya persoalan tanah dan perizinan. Ketika kami masuk 14 hari pertama, kerjaan kami adalah bagaimana selesaikan persoalan tanah ini," kata Bahlil di kantornya, Jakarta, Jumat (13/12).

Penandatanganan MoU kali ini sebagai tanda bahwa permasalahan lahan tersebut sudah selesai. "Persoalan tanah ini, Lotte mendirikan industrinya di atas HPL (hak pengelolaan) Krakatau Steel, dan sudah diselesaikan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Acara Penandatanganan

Adapun penandatanganan dilakukan oleh Dirut PT Lotte Chemical Indonesia Kim Yong Ho dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim disaksikan oleh pihak Kejaksaan Agung RI.

"Hari ini hari di mana MoU yang akan jadi landasan hukum untuk penyelesaian masalah Lotte dan Krakatau Steel. Saya katakan ini akhir dari cerita yang tidak rugikan negara tapi juga tidak rugikan investornya, Lotte. Semua dapat untung," tutupnya. [idr]

Baca juga:
Upah Buruh di Jawa Barat Mahal, Industri Tekstil Pindah Pabrik ke Jateng dan Jatim
Bertemu Bos BKPM, Pengusaha Mengeluh Kondisi Industri Tekstil Makin Mengkhawatirkan
Pemerintah Cari Cara Industri Tekstil RI Tak Dibanjiri Produk China
Tak Hanya Serbuan Impor, Ini Penyebab Perusahaan Tekstil RI Gulung Tikar
Upah Buruh Indonesia Tergolong Murah, Investor Tetap Pilih Vietnam untuk Relokasi
Membongkar Penyebab China Lebih Pilih Vietnam Dibanding Indonesia untuk Bangun Pabrik

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini