Manfaatkan Industri 4.0, IKM Berkontribusi 10 Persen ke Ekonomi RI

Rabu, 11 Desember 2019 14:14 Reporter : Dwi Aditya Putra
Manfaatkan Industri 4.0, IKM Berkontribusi 10 Persen ke Ekonomi RI Agus Gumiwang. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bahwa Implementasi Making Indonesia 4.0 akan memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan perekonomian nasional. Peluang tersebut tentunya harus dimanfaatkan tidak hanya industri besar, namun juga oleh industri kecil dan menengah.

Dia mengungkapkan, apabila seluruh sektor industri kecil dan menengah mampu mengimplementasikan industri 4.0, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin tinggi. Diperkirakan, sumbangsih diberikan sektor IKM terhadap pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 10 persen.

"Jadi ada value added dari teknologi industri 4.0 nilai tambah bisa mencapai 10 persen apabila industri kecil menengah ini betul-betul bisa memanfaatkan teknologi 4.0," katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/12).

Dia menambahkan selama ini sektor industri kecil dan menengah sendiri cukup berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Berkaca pada krisis tahun 1999, industri inilah yang tidak berdampak sama sekali.

"Pada 1999 kita liat pasca krisis ekonomi ditemukan bahwa industri kecil dan menengah merupakan salah satu dari sedikit industri yang bisa bertahan," katanya.

Nyatanya, kondisi ini tidak hanya dirasakan di Indonesia saja. Melainkan seluruh industri kecil menengah di negara-negara lain pun demikian. "Industri kecil dan menengah merupakan dari kegiatan ekonomi dari sebuah negara," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Industri 4.0 Tak Gerus Lapangan Kerja

Agus mengatakan, anggota Komisi VI DPR RI sempat merasa khawatir dengan industri 4.0 yang dianggap akan mengancam tenaga kerja manusia.

"Cukup menggelitik bagi saya, khususnya ketika kami hadiri atau melaksanakan rapat kerja dengan komisi VI, ada anggota komisi VI pertanyakan keberadaan dari industri 4.0 beliau mempunyai satu kekhawatiran bahwa munculnya industri 4.0 bisa menggerus ruang ketersediaan lapangan kerja yang ada di Indonesia," ungkapnya di Jakarta, (11/12).

Dia menegaskan, era industri 4.0 tidak bisa dikotomi dengan anggapan bahwa akan menggerus ketersediaan lapangan kerja manusia. Sebab, secara sederhana industri 4.0 merupakan sebuah teknologi baru yang berbasis digital yang bisa membantu dan mendukung industri agar bisa melakukan kegiatan produksi lebih efisien.

"Tidak perlu ada khawatir bahwa 4.0 menggerus lapangan kerja," imbuhnya. [azz]

Baca juga:
Menperin Agus Pastikan Industri 4.0 Tak Gerus Lapangan Kerja
Indonesia Cari Peluang Sektor Industri 4.0 di Hannover Messe 2020
Hadapi Industri 4.0, Pengusaha Muda Bina Penyandang Disabilitas Jadi Ahli IT
Strategi Pemerintah Tangkal Pengangguran 23 Juta Pekerja Terdampak Otomasi Industri
Platform B2B Misumi-VONA akan Diperkenalkan di Pameran Manufaktur Indonesia 2019
Sambut Era 4.0, Wapres Ma'ruf Minta Kader NU Bertransformasi tapi Tetap Jaga Tradisi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini