Manajemen: Saldo Pelatihan Kartu Prakerja Tak Bisa Diuangkan

Kamis, 20 Mei 2021 15:55 Reporter : Merdeka
Manajemen: Saldo Pelatihan Kartu Prakerja Tak Bisa Diuangkan Jokowi Kartu Prakerja. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari menegaskan bahwa saldo pelatihan program Kartu Prakerja tidak bisa diuangkan, melainkan harus digunakan untuk membeli pelatihan pertama dan pelatihan seterusnya. Jika tidak, maka saldo tersebut akan hangus dan kembali ke kas negara.

"Kita akan memperbaiki atau meningkatkan edukasi kita terkait dengan saldo pelatihan, bahwa saldo pelatihan itu tidak bisa diuangkan jadi harus dihabiskan, Rp50 perak sisa saja itu diambil ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan). Jadi teman-teman pokoknya udahlah ambil pelatihan," kata Denni dalam Pemaparan hasil survei Persepsi Penerima Kartu Prakerja, Kamis (20/5).

Lanjutnya, PMO terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan agar penerima Kartu Prakerja bisa lebih leluasa dan mudah dalam menjalankan pelatihannya. Misalnya, PMO sudah menggunakan mesin learning untuk memberikan rekomendasi pelatihan yang cocok untuk peserta yang bersangkutan, apabila peserta tersebut bingung dalam menentukan pilihan.

"Jadi kita sudah menggunakan mesin learning, misalnya saldo latihannya sisa Rp300.000 nanti bisa lihat di dashboardnya situ ada recommendation berdasarkan profil yang mirip dengan peserta dari ratusan ribu pengguna sebelumnya, dan itu masih cukup dengan Rp 300.000 sisa saldonya,” jelasnya.

Ke depannya PMO juga akan berinvestasi lebih banyak mempromosikan Program Kartu Prakerja melalui Facebook. Ternyata pengaruh sosial media itu sangat besar, hal itu tercermin dari hasil survei yang dilakukan oleh Cyrus Network kepada 2.000 responden penerima kartu prakerja.

Di mana di urutan kedua sebanyak 28,2 persen sumber utama peserta memperoleh informasi tentang Program Kartu prakerja melalui media sosial, sementara yang paling besar berasal dari dari teman, dan sisanya mereka peroleh dari media online, televisi dan media cetak.

"On top dari itu kita juga tapi belajar dari hasilnya Cyrus kita akan berinvestasi lebih banyak di Facebook karena ternyata tuh sosialisasi tadi kan media sosial nomor dua dari teman. Tapi untuk media sosial itu instagram nomor satu itu sudah cocok dengan strategi kita, tapi strategi komunikasi kedua adalah Facebook jadi kita ingin kemudian sosialisasinya lebih banyak ke situ," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kartu Prakerja
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini