Manajemen BNI sebut tak ada penjarahan mesin ATM di Palu

Selasa, 2 Oktober 2018 11:07 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Manajemen BNI sebut tak ada penjarahan mesin ATM di Palu Bank BNI. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pasca bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, sejumlah warga dikabarkan melakukan penjarahan di beberapa toko perbelanjaan hingga mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Corporate Secretary Bank BNI, Kiryanto mengungkapkan pihaknya tidak mendapatkan laporan terkait insiden penjarahan ATM BNI. Menurutnya,setiap mesin ATM BNI mendapat pengawalan ketat dari petugas sesuai prosedur seperti biasanya.

"Tidak ada isu penjarahan ATM. Secara prosedur, di setiap lokasi ATM BNI yang di kantor cabang BNI selalu dijaga oleh keamanan internal,"kata Kiryanto saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (2/10).

Dia mengatakan, ATM BNI sudah bisa digunakan. Hingga hari Minggu (30/9) lalu, sebanyak 22 ATM BNI sudah dapat digunakan kembali. "ATM beroperasi normal seperti biasa," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, setidaknya ada sekitar lima kali percobaan penjarahan uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kota Palu. Beruntung upaya tersebut dapat dicegah aparat kepolisian.

"Dari lima kali percobaan mengambil uang secara paksa dari ATM di Kota Palu, seluruhnya dapat digagalkan polisi," katanya, Jakarta, Senin (1/10).

Upaya pembobolan ATM tersebut, kata Setyo, terjadi di empat lokasi terpisah, yaitu dua ATM di Jalan Touwa, ATM di Jalan S Parman, ATM di Universitas Islam Al Khaerat, dan ATM di SPBU Jalan Diponegoro.

"Saat upaya penjarahan ATM di Jalan S Parman, pelakunya bisa tertangkap. Sedangkan penjarah tiga lokasi ATM lainnya melarikan diri," ujarnya.

Ada empat orang yang diamankan saat mencoba membobol ATM di Jalan S Parman, satu di antaranya masih di bawah umur. Keempatnya yakni Azwan (30), R (17), Zulkarnaen (25), dan Faisal (36). Mereka kini ditahan di Polda Sulawesi Tengah. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini