Mal Ramai Jelang Lebaran Tak Banyak Bantu Roda Perekonomian

Kamis, 21 Mei 2020 16:30 Reporter : Merdeka
Mal Ramai Jelang Lebaran Tak Banyak Bantu Roda Perekonomian Roxy Mall Jember. ©2020 instagram.com/lambeturah

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu tengah viral pusat perbelanjaan yang ramai diserbu pembeli di saat dilaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pengamat ekonomi, Piter Abdulah, memperkirakan fenomena ini akan menciptakan sedikit kenaikan sumbangan konsumsi domestik pada perekonomian jelang Lebaran 2020.

"Kalau dilihat bagaimana masyarakat masih begitu semangat untuk merayakan Lebaran, pasar-pasar kembali ramai, saya perkirakan ada sedikit kenaikan pada hari-hari menjelang Lebaran," ujarnya kepada Liputan6.com, Kamis (21/5).

Namun demikian, lanjut Piter, kenaikan ini jauh di bawah kondisi normal. Menurut pengamatannya, konsumsi masyarakat menjelang Lebaran kali ini hanya terbatas pada produk makanan dan sedikit sandang. Sehingga meskipun ada peningkatan, hanya akan terjadi sementara.

"Jadi kalau kita bandingkan triwulan ke triwulan, saya perkirakan masih akan melambat," tuturnya.

"Q to Q, atau triwulan 2 dibandingkan triwulan 1 pertumbuhan ekonomi akan berada dikisaran minus 1 sampai dengan minus 2 persen. Sementara secara YoY, triwulan 2 tahun ini dibandingkan triwulan 2 tahun 2019, akan mengalami kontraksi minus 3 sampai dengan 5 persen" sambungnya merinci.

Hal serupa juga diungkapkan oleh peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih akan mengalami penurunan.

Selain itu, daya beli masyarakat juga masih mengalami kemerosotan dan belum pulih akibat krisis imbas pandemi covid-19. "Lebaran ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mengalami penurunan yang tajam. Sangat mungkin minus di kuartal kedua," jelas Bhima kepada Liputan6.com.

"Daya beli masyarakat merosot tajam karena PHK massal, pekerja dirumahkan tanpa digaji dan pembayaran THR tidak full," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Fakta Viralnya Foto dan Video Penumpukan Pengunjung Mal di Jember

foto dan video penumpukan pengunjung mal di jember

Sejak Senin (18/05) kemarin, viral foto-foto dan video tentang penumpukan pengunjung di sebuah mal yang ada di Jember. Viralnya foto dan video itu juga sampai di-posting di beberapa akun instagram influenzer, seiring dengan maraknya tagar #IndonesiaTerserah.

Viralnya foto dan video itu kemudian ditanggapi dan diklarifikasi oleh jajaran Polres Jember. Menurut Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/5) seiring dengan mulai diperbolehkannya mal untuk beroperasi kembali dengan pengaturan ketat.

"Kemarin itu kita juga kewalahan menghadapi lonjakan pengunjung. Penumpukan itu terjadi di pintu masuk karena ada pengecekan," jelas Aris saat dikonfirmasi, Selasa (19/5).

Sesuai protokol kesehatan yang berlaku, mal dan pusat perbelanjaan besar diperbolehkan beroperasi dengan beberapa syarat. Yakni pengunjung harus dicek suhunya dengan Thermo Gun; pengunjung wajib mengenakan masker sejak sebelum masuk; serta harus mencuci tangan dengan Hand Sanitizer.

"Penumpukan kemarin terjadi karena pengecekannya di pintu masuk. Karena itu, sudah kita kumpulkan semua pengelola mal dan toko-toko besar untuk mengubah prosedur pemeriksaan, guna menghindari terulangnya penumpukan atau kerumunan massa di satu titik," jelas mantan Kapolres Brebes ini.

Dalam prosedur yang baru, pemeriksaan suhu, masker dan hand sanitizer dilakukan sejak sebelum pintu masuk. Yakni dipecah di halaman serta area parkir mal atau pusat perbelanjaan. "Kita juga akan siagakan lagi anggota kita di sana. Tidak sekedar berpatroli. Meski juga tetap ada yang berpatroli," papar Aris.

Selain itu, pengaturan jaga jarak akan terus dipantau di dalam mal. "Harapan kami itu bisa mengurangi penumpukan sejak sebelum masuk mal. Juga akan ada pengurangan jumlah pengunjung jika dirasa mulai padat. Pengelola mal dan toko besar sudah sepakat semua itu," pungkas mantan Kasubdit Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya ini.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Upaya Pemerintah Meredam Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan
BI Perkirakan Penjualan Eceran di April 2020 Alami Kontraksi
Kesalahan Data Bansos Harus Dihindari untuk Bantu Daya Beli Masyarakat
Sri Mulyani Antisipasi Konsumsi Masyarakat Makin Turun di Kuartal II-2020
BI: Bansos dan Stimulus Ekonomi Topang Pertumbuhan Dari Koreksi Lebih Dalam
BI Sebut Stimulus Pemerintah Bantu Tahan Koreksi Pertumbuhan Triwulan II Lebih Dalam
Pembelian Makanan Online Meningkat 300 Persen Selama Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini