Luncurkan BLE, Pemerintah Ingin Biaya Logistik Indonesia Berdaya Saing

Kamis, 18 Maret 2021 13:44 Reporter : Merdeka
Luncurkan BLE, Pemerintah Ingin Biaya Logistik Indonesia Berdaya Saing Menko Marves Luhut Panjaitan. ©Istimewa

Merdeka.com - Pemerintah meluncurkan platform ekosistem logistik di Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE) sebagai pilot project dari ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE). Pada kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, peluncuran ini dilakukan karena pemerintah ingin Indonesia bisa bersaing secara biaya.

"Kita tuh pengennya efisien, itu aja. Jadi ada B2B, G2G, jadi kita semua pengen indonesia bisa bersaing dari cost," kata Menko Luhut dalam sesi teleconference, Kamis (18/3).

Menko Luhut menyatakan, penyederhanaan sistem pembiayaan tersebut akan membuat investasi ke Indonesia semakin besar. Dalam urusan efisiensi pembiayaan, dia menyebutkan Indonesia masih kalah dengan negeri tetangga seperti Singapura.

"Negara di seberang kita 13 persen, kita 25,3 persen. Masa beda hampir 10 persen, 9 koma sekian persen. Kalau beda gitu banyak orang beda 9 persen ngapain investasi ke Indonesia. Dengan itu terjadi penerimaan negara tambah, efisiensi," tegasnya.

"Anda bayangin kalau perdagangan begitu banyak, orang sudah beda 10 persen selisihnya, ngapain orang datang ke Indonesia investasi. Simple as that aja," ujar Menko Luhut.

Jika skema itu terjadi, maka dia percaya penerimaan negara pun secara otomatis akan bertambah.

"Efisiensi misal kita menertibkan lego jangkar yang sekarang tinggal 6, sekarang kita kontrol, kita promosikan bergelombang sehingga 81 ribu kapal itu, kalau kita bisa ambil 20 persen saja itu sudah kita mendapatkan penerimaan cukup besar," tuturnya.

Baca Selanjutnya: Turunkan Biaya Logistik Asosiasi Dorong...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini