Luhut soal Pembangunan Ibu Kota Baru: Kita Butuh Dana, Tapi Jangan Mau Dikendalikan

Rabu, 26 Februari 2020 13:33 Reporter : Merdeka
Luhut soal Pembangunan Ibu Kota Baru: Kita Butuh Dana, Tapi Jangan Mau Dikendalikan Luhut Panjaitan. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Oleh karen itu, pemerintah terus mendorong investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Namun, Luhut menegaskan bahwa bukan berarti pendanaan dari negara lain membuat Indonesia tunduk dan dikendalikan semau mereka.

"Ini saya tadi juga bahas tentang struktur pendanaan. Kita mau pendanaan, tapi jangan mau dikendalikan. Kita yang harus kendalikan," papar Luhut dalam Dialog Nasional Merajut Konektivitas di Ibu Kota Negara, Rabu (26/2).

Luhut menyatakan proses pembentukan masterplan pembangunan ibu kota terus berjalan. Investor asing sudah sudah banyak yang ingin masuk.

"Amerika, Jepang, India, Arab, Singapura banyak sekali. Indonesia masih jadi bullish bagi investor, sehingga mereka betul-betul berminat berinvestasi di kita," imbuh Luhut.

Bahkan, menurut Luhut konsep IKN disukai oleh putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump.

"Sepuluh hari yang lalu saya ke White House, saya ketemu Ivanka, mereka sangat tertarik dengan konsep Jokowi soal IKN," ujar Luhut.

1 dari 1 halaman

28 Februari, Calon Investor Dunia di Ibu Kota Baru Temui Presiden Jokowi

calon investor dunia di ibu kota baru temui presiden jokowi rev1

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyebut para miliarder dunia calon investor ibu kota baru siap bertemu Presiden Jokowi. Rencananya pertemuan para calon investor dengan presiden dilakukan pada 28 Februari.

"Nanti tanggal 28, kita berharap Masayoshi datang menghadap presiden. Bersama Tony Blair dan Greensill. Ya dia mau investasi," tegasnya seusai menggelar rapat di Gedung Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu, (19/2).

Terkait dengan bidang investasi yang dilirik oleh miliarder dunia tersebut, Menko Luhut belum mau membeberkannya. "Ya komitmen dia ada, mau tau aja," pungkasnya.

Sebagai informasi, Masayoshi Son merupakan Chief Executive Officer Softbank. Sedangkan, Tony Blair merupakan mantan perdana menteri Inggris.

Sementara, Greensill adalah perusahaan pembiayaan supply chain asal Inggris. Perusahaan ini didirikan oleh mantan eksekutif perbankan Lex Greensill pada tahun 2011. Greensill adalah bagian dari SoftBank Group.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Pemerintah Bangun Bandara di Ibu Kota Baru Mulai 2021
Kelola 3 Bandara di Ibu Kota Baru, Pemerintah Kembali Undang Investor Asing
Status Ibu Kota Dicabut, Jakarta Disarankan Jadi Kota Bisnis dan Riset
Pemerintah akan Serahkan Draf RUU Ibu Kota Baru ke DPR Pekan Depan
Pemerintah Bantah Ibu Kota Baru Terendam Banjir
Jokowi Mau Ibu Kota Pindah, Mendikbud Bangun Gedung Ratusan Miliar di Jakarta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini