Luhut Soal Pasien Covid-19 Tembus 20.000: Masih Dalam Batas Normal

Senin, 25 Mei 2020 15:23 Reporter : Anisyah Al Faqir
Luhut Soal Pasien Covid-19 Tembus 20.000: Masih Dalam Batas Normal Luhut Panjaitan. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Berdasarkan data 24 Mei 2020, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 22.271 orang, terjadi penambahan sebanyak 526 orang dari data sebelumnya.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kondisi tersebut masih dalam batas normal. Sebab, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 pun meningkat signifikan. Sementara angka kematian tidak meningkat drastis.

"Tingkat kesembuhan tinggi sekali dan kematian tidak meningkat drastis dan saya kira ini masih dalam batas-batas normal," kata Luhut dalam program Bincang Khusus di RRI, Jakarta, Senin, (25/5).

Sebagai informasi, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari corona Covid-19 bertambah 153 orang. Sehingga, total akumulatif pasien sembuh dari virus corona Covid-19 di Indonesia mencapai 5.402 orang.

Sementara itu, ada penambahan 21 pasien yang meninggal dunia akibat corona Covid-19. Total akumulatif kasus meninggal di Indonesia menjadi 1.372 orang.

Luhut mengatakan, pemerintah telah berusaha mengajak masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. "Sebenarnya kita tetap patuh dan disiplin terhadap ketentuan protokol kesehatan itu," kata Luhut.

1 dari 1 halaman

Mantan Menko Polhukam ini menilai, sosialisasi protokol kesehatan bukan hanya tugas pemerintah saja. Para tokoh masyarakat juga ikut harus ambil peran untuk mensosialisasikan. Dia meminta para tokoh yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah ikut serta menggalakan hidup sehat kepada masyarakat.

"Para tokoh elit juga harus ikut bekerja sama dalam mensosialisasikan, jangan hanya kritik-kritik saja," kata dia.

"Kita lakukan apa yang bisa kita lakukan. mungkin pemerintah awalnya juga ada yang kurang seperti di kereta api, tapi semua itu kan sudah kami perbaiki sekarang," ungkap Luhut. [azz]

Baca juga:
PDIP: New Normal Jalan Kompromi Antara Kesehatan dan Ekonomi
Datangi Wisma Atlet, Ketua Gugus Tugas Cek Menu Makanan untuk Pasien Covid-19
Ini Panduan New Normal yang Harus Dipatuhi Perusahaan
Membandel, Warga Nekat Ziarah ke TPU di Jakarta Lewat 'Jalan Tikus'
Sindiran Amien Rais: Pengangguran Meluas dan Tambah Utang Itu New Normal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini