Luhut: Pasar Modal Miliki Peran Vital dalam Mendorong Kemajuan RI

Kamis, 14 Oktober 2021 14:22 Reporter : Dwi Aditya Putra
Luhut: Pasar Modal Miliki Peran Vital dalam Mendorong Kemajuan RI Luhut Panjaitan. ©2019 Humas Kemenko Kemaritiman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, pasar modal memiliki peran penting yang sangat vital dalam mendorong kemajuan Indonesia di tengah tantangan pandemi Covid 19 saat ini. Sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dekade terakhir tidak terlepas dari dukungan pasar modal, terutama pada fungsinya sebagai penyedia dana untuk pembangunan.

"Dalam event CMSE ini saya ingin fokus terutama pada peran adaptasi dan potensi pasar modal dalam menghadapi berbagai tantangan tadi. Pasar modal memiliki peran yang sangat vital di dalam mendorong kemajuan Indonesia," katanya dalam acara Capital Market Summit & Expo 2021, Kamis (14/10).

Saat ini, tingkat pendalaman keuangan Indonesia (financial deepening) memang relatif masih lebih rendah dibanding negara kawasan dan emerging market lainnya. Data Bank Dunia menunjukkan kapitalisasi pasar Indonesia pada tahun 2020 sebesar 47 persen PDB, di bawah Emerging Market seperti India (99 persen) dan Malaysia (130 persen). Oleh sebab itu, berbagai inisiatif untuk mengakselerasi pengembangan dan pendalaman pasar keuangan perlu terus diupayakan.

Dia juga melihat upaya yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan beberapa capaian yang patut dibanggakan, terutama di tengah tantangan COVID-19. Dari awal tahun sampai dengan 8 Oktober 2021, jumlah pencatatan baru saham atau new listing mencapai 38 perusahaan, ditambah jumlah calon perusahaan tercatat yang sedang mengantri atau sedang dalam pipeline sebanyak 25 calon perusahaan tercatat.

"Angka pencatatan baru saham ini juga merupakan yang tertinggi di ASEAN, serta masuk dalam urutan ke-12 di dunia," ujarnya.

Pada periode Januari hingga 8 Oktober 2021, rata-rata frekuensi mencapai 1.288.927 kali, meningkat 90 persen dibandingkan sepanjang 2020. Data frekuensi harian sejak awal tahun 2021 juga terus-menerus mencatatkan rekor terbesar sepanjang sejarah dengan yang terbaru mencapai 2.141.575 pada 9 Agustus 2021. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi di BEI merupakan yang tertinggi di antara Bursa Efek kawasan ASEAN sejak tahun 2018.

"Dari sisi permintaan, jumlah investor yang meliputi investor saham, reksadana, dan obligasi di Pasar Modal sampai dengan 30 September 2021 jumlahnya mencapai 6,43 juta investor, meningkat 66 persen dibandingkan akhir akhir tahun 2020, atau hampir naik lima kali lipat sejak tahun 2017," ujar Menko Luhut.

Baca Selanjutnya: Angka ini lanjutnya secara umum...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini