LRT Palembang terus mogok, Kemenhub lakukan evaluasi menyeluruh

Senin, 13 Agustus 2018 10:22 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
LRT Palembang terus mogok, Kemenhub lakukan evaluasi menyeluruh LRT Palembang. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Sumsel. Hal ini menyusul kejadian berhenti mendadak LRT Sumsel pada Minggu (12/8).

"Pemerintah kembali menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat pengguna LRT Sumatera Selatan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada saat pengoperasian LRT Sumsel," kata Direktur Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (13/8).

Dia mengatakan terkait beberapa permasalahan yang terjadi berulang kali pada pengoperasian LRT Sumsel ini, pemerintah akan segera mengevaluasi secara keseluruhan operasional LRT Sumsel.

"Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap perbaikan kinerja operasional LRT secara keseluruhan yang berdampak pada peningkatan performa kinerja operasional LRT Sumsel terutama dalam rangka mendukung perhelatan akbar Asian Games ke-18 yang sebentar lagi akan diselenggarakan di Kota Palembang," katanya.

Menurut Zulfikri, saat ini pihaknya tengah bekerja sama dengan pemangku kepentingan dalam mengadakan penyelidikan secara mendalam terkait kejadian tersebut.

LRT Sumsel yang berangkat dari stasiun DJKA menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II berhenti secara mendadak di antara Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta.

Sebagai bagian dari penanganan kejadian tersebut, dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk evakuasi dengan sarana LRT berikutnya, SDM Perkeretaapian yang bertugas mengevakuasi penumpang dengan berjalan melalui jalur di samping rel atau "walkway" menuju Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta.

Dari penyelidikan awal ditemukan indikasi bahwa terjadi arus pendek atau "shortcircuit" pada sistem kelistrikan sarana LRT Sumsel.

Saat kejadian tersebut, sistem kelistrikan antara Stasiun Jakabaring dan Stasiun Polresta dimatikan, sehingga operasional LRT Sumsel berhenti. Zulfikri berharap agar masyarakat bersabar dan tetap memberikan dukungan untuk LRT Sumsel ini yang merupakan hasil karya putra-putri terbaik Indonesia, sehingga LRT ini tetap menjadi kebanggaan bersama. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini