LPS: Pembentukan Holding Ultra Mikro Percepat Pemulihan Ekonomi

Jumat, 9 Juli 2021 14:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
LPS: Pembentukan Holding Ultra Mikro Percepat Pemulihan Ekonomi LPS. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan bahwa kehadiran holding ultra mikro yang melibatkan tiga entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diyakini menjadi langkah efektif untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, tujuan pembentukan holding ultra mikro adalah untuk lebih mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia.

"Langkah ini memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan. Hal ini tentu perlu untuk kita dukung bersama-sama," ujar Purbaya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (9/7).

Langkah pemerintah melalui Kementerian BUMN tersebut, lanjut dia hanya akan efektif mempercepat pemulihan ekonomi ketika usaha-usaha masyarakat kecil lebih berdaya. Hal tersebut dikarenakan sektor UMKM berkontribusi terhadap 60 persen lebih perekonomian Indonesia. Bahkan 99 persen usaha yang ada di Tanah Air saat ini masuk dalam kategori UMKM.

Dengan porsi yang sangat besar tersebut, 97 persen dari jumlah pekerja di Indonesia bekerja di sektor UMKM. Di sisi lain, sektor UMKM sangat rentan terdampak pandemi.

Seperti diketahui, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. PP yang diteken Presiden Joko Widodo pada 2 Juli 2021 lalu sebagai dasar pembentukan Holding Ultra Mikro.

2 dari 2 halaman

Wujudkan Visi Pemerintah

Beleid tersebut hadir sebagai bentuk perwujudan visi pemerintah meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan segmen ultra mikro yang sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.

Sesuai PP tersebut, holding terdiri atas tiga entitas BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI selaku induk holding, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Masyarakat Madani (Persero) atau PNM.

Dengan hadirnya beleid tersebut, Purbaya memastikan pelaksanaan tata kelola holding akan terjaga dengan baik dan selalu di bawah pengawasan pemerintah sebagai pemegang saham pengendali. Pemberdayaan usaha masyarakat kecil pun akan lebih terkendali karena kinerja holding semakin terpantau regulator industri keuangan.

"LPS berharap pembentukan holding ini benar-benar dapat mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia karena kinerja setiap perusahaan akan semakin optimal," ujarnya. [idr]

Baca juga:
Holding BUMN Ultra Mikro Bakal Percepat Kesetaraan Layanan Keuangan Masyarakat
Pemerintah Masih Kaji Pembentukan Holding BUMN Panas Bumi
Pemerintah Bentuk Panitia Holding BUMN Pangan
MIND ID Jajaki Pencarian Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik di Luar Negeri
Rugi Rp1 T di 2020, MIND ID Raup Laba Rp1,6 T pada Kuartal I 2021
Usai Terbentuk, Holding BUMN Panas Bumi Direncanakan Melantai di Bursa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini