LPEI Sebut Porsi Pembiayaan UMKM untuk Ekspor Masih 16 Persen

Selasa, 20 April 2021 11:56 Reporter : Sulaeman
LPEI Sebut Porsi Pembiayaan UMKM untuk Ekspor Masih 16 Persen Pengrajin lampion hias. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kepala Divisi Advisory Services Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, Gerald Grisanto mengakui, hingga saat ini, nilai portofolio pembiayaan bagi sektor UMKM untuk kegiatan ekspor masih relatif rendah dibandingkan sektor korporasi.

Saat ini, nilai portofolio pembiayaan bagi UMKM untuk kegiatan ekspor tersebut baru mencapai 16 persen. Kendati demikian, dia tidak menyebut besaran nilai portofolio yang dimiliki oleh sektor korporasi pada saat ini.

"Portofolio pembiayaan LPEI sendiri terdiri dari dua ada Korporasi dan UMKM. Nah, untuk UMKM (nilai portofolio) memang masih rendah," tegasnya dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru, Selasa (20/4).

Dia bilang, rendahnya nilai portofolio pembiayaan bagi UMKM tersebut lantaran minimnya partisipasi dalam kegiatan ekspor. Sehingga kegiatan ekspor masih didominasi oleh sektor korporasi yang otomatis mempunyai peluang lebih untuk membukukan nilai portofolio pembiayaan dalam jumlah lebih besar.

"Jadi, ekspor ini masih memang di dominasi oleh korporasi," terangnya.

Maka dari itu, mulai tahun ini hingga 2025 mendatang, pemerintah berupaya meningkatkan pemberian nilai portofolio bagi UMKM. Hal ini dimaksudkan untuk menarik minat UMKM menjajaki pasar ekspor.

"Arahan pemegang saham LPEI yakni Menteri Keuangan bahwa tahun 2021 sampai dengan 2025, portofolio pembiayaan UMKM diminta tumbuh sampai dengan 30 persen. Dengan (pemberian) fasilitas pembiayaan ini supaya (peningkatan) UMKM ekspor nya dapat terealisasi," katanya.

2 dari 2 halaman

Menteri Sri Mulyani Yakin Indonesia Mampu Cetak 500.000 Eksportir di 2030

mulyani yakin indonesia mampu cetak 500000 eksportir di 2030

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengaku, optimistis mampu mencetak sebanyak 500.000 eksportir baru sampai 2030. Apalagi perhatian pemerintah untuk peningkatan daya saing terus dilakukan melalui perbaikan iklim investasi, produktivitas, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia yang terus digenjot.

"Saya optimis 500.000 eksportir baru akan dapat tercipta sesuai dengan harapan," jelasnya dalam acara Memacu Ekspor UKM, secara virtual, Selasa (20/4).

Bendahara Negara ini menyebut ekspor sendiri merupakan kegiatan yang menggambarkan daya saing dari suatu perekonomian atau negara. Di mana itu semua adalah turunan dari berbagai skill inovasi, produktivitas dan kualitas sumber daya Indonesia.

"Kualitas sumber daya manusia jelas merupakan pondasi yang tepat dan penting dan dengan komplemen yang dilaksanakan oleh berbagai pihak untuk terus meningkatkan daya saing. Kita berharap dan insya Allah kita akan mampu membangun Indonesia yang berdaya saing," jelasnya.

Dia menambahkan, suksesnya ekspor sebuah negara juga tidak bergantung kepada hanya satu pihak saja. Apakah itu pemerintah baik pusat maupun daerah, namun yang lebih penting adalah peranan dari pada sektor dan berbagai elemen pendukung lainnya.

[bim]

Baca juga:
Menteri Sri Mulyani Minta Pelaku Ekspor Optimalkan Kebangkitan Ekonomi Dunia
LPEI Ingatkan Kini Momentum Tepat UMKM Rambah Pasar Ekspor, ini Sebabnya
Menteri Sri Mulyani Nilai UU Cipta Kerja Kunci Tingkatkan Ekspor Indonesia
Menteri Sri Mulyani Sebut Ekspor RI Tumbuh Tanda Ekonomi Kembali Bangkit
Menteri Sri Mulyani Yakin Indonesia Mampu Cetak 500.000 Eksportir di 2030
Menteri Teten Akui Pernah Ditegur Jokowi Karena Produk Impor Banjiri E-Commerce
Mendag Lutfi Akui Jumlah Pengusaha UMKM Besar Namun untuk Ekspor Masih Kecil

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini