Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Dinilai Tak Ganggu Pasar Keuangan

Senin, 19 Juli 2021 13:25 Reporter : Anisyah Al Faqir
Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Dinilai Tak Ganggu Pasar Keuangan bursa saham. shutterstock

Merdeka.com - Ekonom INDEF, Eko Listiyanto menilai peningkatan kasus Covid-19 yang dialami Indonesia tidak banyak mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagaimana terjadi di tahun lalu. Para investor menilai dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Sosial (PPKM) hanya bersifat sementara dan jangka pendek.

"Diamati 2 minggu ini makin tidak berkolerasi (pada IHSG) karena kondisi dampak ekonomi ini bersifat sementara," kata Eko saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (19/7).

Eko menjelaskan, perhitungan dan pertimbangan para investor ritel ini bukan lagi dalam kurun waktu bulanan. Selain itu, mereka saat ini cenderung lebih adaptif sambil melihat dampak jangka panjang.

"Investor ini sudah punya keyakinan dan tidak kaget lagi seperti tahun lalu," kata dia.

Kondisi pasar uang Indonesia lebih sensitif dengan beberapa hal yang terjadi di luar negeri seperti Amerika Serikat dan berbagai negara maju lainnya. Beberapa negara maju pun sudah bisa mengendalikan pandemi Covid-19.

"Ini kan efek globalnya masih positif juga, negara-negara maju ini juga cukup menjanjikan," katanya.

Terlebih saham-saham yang dibeli para investor memiliki jaringan di luar negeri. Sehingga bila kondisi perekonomian nasional tidak baik sekalipun, mereka masih punya keyakinan perusahaan tetap bisa beroperasi karena memiliki cabang di negara-negara lainnya.

"Saham-saham yang dibeli juga rata-rata punya jaringan di luar negeri, pasarnya enggak di Indonesia saja," katanya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini