Lobi Makan Siang Luhut Pandjaitan, CATL Langsung Investasi USD 35 Miliar di Indonesia

Selasa, 29 November 2022 20:17 Reporter : Merdeka
Lobi Makan Siang Luhut Pandjaitan, CATL Langsung Investasi USD 35 Miliar di Indonesia luhut pandjaitan. ©2020 Foto: Tebe/Humas Ekonomi

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa produsen baterai mobil listrik asal China, CATL telah berkomitmen untuk investasi di Indonesia sebesar USD 35 miliar di Indonesia.

Kesepakatan ini terbentuk saat Luhut sedang makan siang dengan pendiri CATL, Robin Zeng di salah restoran Jepang di Jakarta pada Selasa (29/11) siang ini.

"Tadi siang saya makan sama yang punya CATL, Robin dan partnernya dia si Roy. Kita makan tadi di restoran Jepang berenam, jadi dia mau investasi di Indonesia," ujar Luhut di Jakarta, Selasa (29/11).

Menurut dia, CATL pada akhirnya memutuskan mau berinvestasi di Indonesia karena potensi pasar mobil listrik di Tanah Air yang menggiurkan. Oleh karenanya, Luhut menyebut Robin dan tim percaya bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk investasi ekosistem baterai mobil listrik di Tanah Air.

"Sekarang kita tidak bicara bangun pabrik, tapi bangun ekosistem dari satu lithium baterai dan green energy. Saya bilang kau bikin nanti, Kamis partner-nya si Roy mau presentasi ke kantor saya, bagaimana ekosistemnya, karena kemarin ketemu Presiden," kata Luhut.

Luhut menyampaikan, Robin dan CATL sendiri sudah tiga kali datang ke Indonesia, meskipun sempat terkena Covid-19 saat KTT G20 di Bali. Menurutnya, itu jadi tanda keseriusan CATL mau ikut membangun ekosistem mobil listrik di Indonesia.

"Ya terus terang ini saat saya makan siang, bicara ini sama si Robin dia bilang, Mr Luhut you have everything, jadi kita mau bangun ekosistem. Besok dia akan paparan ke kami, Kamis. Sampai deal-dealan kami, oke deal-nya ya USD 35 miliar tadi," pungkas Luhut.

2 dari 2 halaman

Kawasan Industri Hijau Dongkrak Perekonomian

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan optimistis kawasan industri hijau di Kalimantan Utara (Kaltara) bakal turut mendongkrak Indonesia jadi negara maju di 2030.

Melalui kawasan industri dengan kebutuhan investasi USD 132 miliar atau setara Rp1.848 triliun tersebut, pendapatan per kapita Indonesia akan terdongkrak hingga USD 10.000 per kapita.

"Jadi tahun 2030, kita ada USD 194-200 billion, value daripada material yang kita kelola dari Kalimantan Utara. Ini angka konservatif yang kita hitung," ujar Luhut.

"Oleh karena itu kita melihat tahun 2030, income per kapita kita akan USD 10.000. Jadi semua memberikan harapan," ungkapnya.

Menurut dia, kawasan industri hijau di Kaltara nantinya dapat memproduksi 3 juta mobil listrik per taun pada 2028 dengan adanya ekosistem bahan baku EV battery di sana. "Indonesia punya reserve mineral yang bangun ekosistem ini. Ini yang sedang kita bangun. Kita punya lithium, kita besar di nikel ore, natural gas, alumunium, kita punya," sebutnya.

Kendati begitu, Luhut meminta pelaku usaha tetap waspada atas tantangan resesi global pada 2023 mendatang. "Kita juga tentu di 2023 ini akan menghadapi masih makin banyak tantangan dan risiko yang kita manage. Tapi saya percaya, karena Investment itu masih bagus, Indonesia akan steady. Saya yakin," tegasnya.

"Nanti kita lihat 2023 akhir. Bukan saya peramal ya, tapi saya yakin juga 2045 kita akan menjadi high income country, 100 tahun kita merdeka," pungkas Luhut.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Jokowi Minta Investor Produk Substitusi Impor Diberi Insentif
Meningkatkan Kemudahan Investasi Saham di Industri Berjangka
Jokowi Minta Segera Bentuk Satgas Selesaikan Komitmen Investasi G20
Per 22 November 2022, Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp216,19 T
Minat Investasi IKN Naik 39 Kali Lipat, Pemerintah Buka Area Tambahan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini