Lippo Karawaci Rombak Jajaran Direksi dan Angkat John Riady Sebagai CEO

Kamis, 18 April 2019 15:17 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Lippo Karawaci Rombak Jajaran Direksi dan Angkat John Riady Sebagai CEO Lippo Karawaci. ©docstoc.com

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan penunjukan Dewan Komisaris yang baru. Jajajan Dewan Komisaris ini telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Presiden Direktur PT Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya, mengatakan perubahan total terjadi di jajaran Dewan Komisaris perusahaan. "Direksi masih ada yang lama, tapi ada dua yang baru, Pak John Riady sebagai CEO, dan Surya Tatang Chief Financial Officer," kata dia saat ditemui, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (18/4).

Diketahui, jabatan Presiden Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit ditempati oleh John Prasetio. Komisaris ditempati oleh Stephen Riady, George Raymond Zage III, dan Kin Chan. Sementara Komisaris Independen dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi ditempati oleh Anangga W. Roosdiono.

Presiden Komisaris Independen yang baru diangkat, John Prasetio, mengatakan dirinya dan para komisaris yang baru akan segera memulai tugas baru mereka emban dan memenuhi kewajiban fidusia kami untuk meningkatkan dan melindungi kepentingan jangka panjang para pemegang saham LPKR.

"Selain mengawasi pelaksanaan strategi Perseroan, kami akan memastikan bahwa LPKR terus melaksanakan praktik-praktik tata kelola perusahaan yang baik, dalam prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan," ujarnya.

CEO LPKR, John Riady, dalam pidatonya di RUPST, memberikan informasi terbaru kepada para pemegang saham terkait pelaksanaan rencana transformasi strategis perusahaan.

Divestasi aset LPKR terus berjalan sesuai rencana LPKR telah membuat kemajuan yang signifikan dalam usulan penjualan sahamnya di dua usaha patungan layanan kesehatan di Myanmar yaitu Yoma Siloam Hospital Pun Hlaing Limited dan Pun Hlaing International Hospital Limited kepada OUE Healthcare Limited. Penjualan ini diharapkan menghasilkan dana segar sebesar USD 20 juta saat transaksi selesai pada semester pertama 2019.

LPKR menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan Lippo Malls Indonesia Retail Trust pada tanggal 11 Maret 2019, di mana LPKR setuju untuk menjual komponen ritel Lippo Mall Puri dengan total nilai penjualan USD 260 juta.

"Akuisisi ini ditargetkan selesai pada semester kedua 2019, tunduk pada persetujuan regulator, pemegang saham, dan pihak-pihak lainnya," katanya.

Pada tanggal 25 Maret 2019, LPKR telah melakukan pembelian kembali senilai USD 8,67 juta dalam jumlah pokok agregat Surat Utang Senior USD 410 juta 7,00 persen yang jatuh tempo pada tahun 2022 dan Surat Utang Senior USD 425 juta 6,75 persen yang jatuh tempo pada tahun 2026 melalui penawaran tender.

Saldo yang tersisa akan dialokasikan untuk membayar pinjaman bank, mempercepat penyelesaian proyek yang ada, modal kerja, membiayai peluncuran proyek baru pada awal tahun 2020 dan untuk tambahan buffer likuiditas.

Pihaknya mengharapkan setelah menyelesaikan Rights Issue, Lippo Karawaci akan menerima perbaikan peringkat surat utang yang positif dari Fitch Ratings dan S&P Global Ratings, sehingga akan meningkatkan kemampuan pendanaan Perseroan. "Hasil RUPST ini akan mempercepat program pendanaan komprehensif Perseroan dan membawa kita lebih dekat kepada tujuan," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini