Lippo Karawaci divestasikan saham Rp 2,1 triliun perkuat likuiditas

Selasa, 18 September 2018 15:12 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Lippo Karawaci divestasikan saham Rp 2,1 triliun perkuat likuiditas Lippo Karawaci. ©docstoc.com

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk ("LPKR") hari ini mengumumkan transaksi ekuitas sebesar SGD 202 juta atau setara Rp 2,1 triliun (Rp 10.815/SGD). LPKR, OUE Limited (OUE) dan OUE Lippo Healthcare Limited (OUELH) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (CSPA).

Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya, menyatakan rencana divestasi aset ini menjadikan likuiditas LPKR meningkat secara substansial. Dana senilai SGD 202 juta akan memperkuat neraca serta meningkatkan arus kas LPKR.

"Saya sangat senang karena dana tersebut dapat menambah kapabilitas finansial LPKR dalam memberikan komitmennya kepada para pemangku kepentingan, untuk kepentingan bersama dalam mewujudkan visi perusahaan menjadi salah satu pengembang kota mandiri terkemuka di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Selasa (18/9).

Nantinya, OUE akan mengambil alih 60 persen kepemilikan, dan OUELH akan mengambil alih 40 persen kepemilikan atas Bowsprit Capital Corporation Limited, manager FIRST REIT, yang memiliki 7 persen saham FIRST REIT, dengan total senilai SGD 99 juta. Disamping itu, Bridgewater International Limited, anak perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung oleh LPKR, juga menandatangani Perjanjian Pengikatan Pembelian Unit (CUPA) dengan OLH Healthcare Investments Pte. Ltd. anak perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung oleh OUELH, yang akan mengakuisisi 10,6 persen kepemilikan FIRST REIT dari Bridgewater International Limited, senilai SGD 103 juta. CSPA dan CUPA bersama-sama disebut sebagai 'Dokumen-dokumen Transaksi'

Proses untuk Dokumen-dokumen Transaksi diharapkan dapat selesai pada akhir Nopember 2018. Setelah Dokumen-dokumen transaksi ini, kepemilikan LPKR atas unit di First REIT akan berkurang dari 28,2 persen menjadi 10,6 persen. LPKR akan menggunakan dana tersebut terutama untuk keperluan umum perusahaan.

Ketut menjelaskan OUE adalah pemilik properti, pengembang, dan operator properti yang terdiversifikasi di Singapura dengan portofolio real estat yang tersebar di Asia dan Amerika Serikat. OUE adalah sponsor dari OUE Hospitality Trust dan OUE Commercial Real Estate Investment Trust, yang didirikan untuk tujuan berinvestasi dalam bisnis perhotelan yang menghasilkan pendapatan dari real estat terkait perhotelan, dan aset komersial di pusat-pusat bisnis dan keuangan.

OUELH sebelumnya dikenal sebagai International Healthway Corporation Limited memiliki bisnis dalam pengembangan, operasional dan manajemen di bidang kesehatan serta fasilitas yang terkait di Jepang dan China dan akan memperluas portofolio perawatan kesehatannya ke Asia.

Bersama dengan OUE, OUELH secara strategis dapat memanfaatkan pertumbuhan permintaan luar biasa yang menuntut kualitas dan layanan kesehatan yang terjangkau. Investasi OUELH di sub-sektor kesehatan selaras dengan tren industri yang sedang berkembang, khususnya, meningkatnya kebutuhan perawatan untuk lansia di Jepang, yang didorong oleh tingginya pertumbuhan populasi manula, serta meningkatnya permintaan akan layanan medis yang berkualitas di China terdorong oleh meningkatnya kemakmuran dan urbanisasi. Grup akan memperluas portofolionya di seluruh China, Jepang dan Asia Tenggara. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini