Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lingerie dan alat bantu seks laku keras lewat online

Lingerie dan alat bantu seks laku keras lewat online Ilustrasi lingerie. merdeka.com/shutterstock/Wallenrock

Merdeka.com - Salah satu produk yang laku keras lewat penjualan online adalah lingerie dan berbagai alat bantu seks. Lewat online, konsumen bisa bebas memilih dan tidak malu-malu mengajukan pertanyaan. Umumnya, sebagian besar orang masih malu-malu datang ke toko dan membeli aneka barang yang masih dianggap tabu ini.

Teddy, salah seorang penjual alat bantu seks, mengaku penjualan lewat online jauh lebih baik daripada penjualan konvensional. Dia menjual aneka vibrator, dan alat bantu seks lain.

"Selain lewat online, saya juga buka toko di Kebon Jeruk. Tapi di toko malah sepi pengunjung. Justru 80 persen penjualan lewat online," kata Teddy saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (16/5).

Teddy menduga orang-orang masih malu datang untuk membeli vibrator, obat kuat atau aneka kondom yang bentuknya aneh-aneh. Berbeda dengan di Singapura, orang cuek saja membeli alat-alat semacam ini. Bahkan, dulu banyak orang Indonesia yang membeli alat bantu seks di luar negeri.

Itulah sebabnya Teddy tergiur untuk menjadi penjual alat bantu seks di Indonesia. Dia memulai bisnis ini tahun 2003 lalu. Kebanyakan barangnya diimpor dari China. Dalam sebulan, omset penjualannya bisa Rp 20-30 juta per bulan.

"Mungkin malu ya. Kadang ada sampai yang bisik-bisik belinya. Di Indonesia mungkin belum lazim. Kalau di Singapura, di Orchad saya pernah liat, orang santai saja beli alat bantu seks. Mungkin kulturnya beda. Saya pikir kenapa tidak jual lewat online saja. Kan orang bisa tanya-tanya tanpa keliatan muka. Benar, kalau lewat BBM atau lewat YM itu mereka detil pertanyaannya. Kadang sudah beli bisa beli lagi," kata dia.

Untuk menjaga privasi pembeli, Teddy memastikan hanya dia dan pembeli yang tahu soal transaksi ini. Saat mengirim paket Teddy pun membungkusnya dengan rapat. Sama sekali tidak ada tulisan nama toko dan hal-hal yang berhubungan dengan alat bantu seks.

"Biasa saya tulis 'komponen komputer' atau 'buku cerita' apa saja. Yang penting konsumen rahasianya terjaga," tutupnya.

Sementara itu, Aline, yang berbisnis Lingerie atau pakaian dalam seksi juga menuturkan hal serupa. Mayoritas pembelinya kaum wanita masih malu-malu jika datang ke mal dan memilih-milih aneka busana seksi. Berbeda dengan pembelian online, pembeli bisa cuek menanyakan ukuran, warna dan aneka busana seksi yang dijual Aline.

"Ada juga suami yang kasih surprise lingerie untuk ultah istrinya. Kita bungkus kado sekalian sehingga special. Kalau misalnya laki-laki datang ke toko pakaian dalam di mal lalu pilih-pilih lingerie kan malu," tutur Aline.

(mdk/rin)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP