Lewat GATF 2017, BNI target raup transaksi penjualan Rp 225 miliar

Jumat, 10 Maret 2017 13:30 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Lewat GATF 2017, BNI target raup transaksi penjualan Rp 225 miliar BNI 46. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Bank Negara Indonesia (BNI) menargetkan volume penjualan di Garuda Indonesia Travel Fair 2017 total Rp 225 miliar. Target ini naik dari tahun lalu sebesar 17 persen.

"GATF kan ada 2 kali setahun. Nah, sales volume untuk GATF tahun ini Rp 225 miliar," ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (10/3).

Achmad melanjutkan BNI berharap melalui GATF penetrasi kartu kredit bisa meningkat. Mengingat, BNI telah menyiapkan sejumlah penawaran bagi nasabah kartu kredit seperti cash back sampai cicilan dengan bunga 0 persen.

"Kita berharap tahun ini komposisinya banyak penjualan tiket yang ke domestik," tuturnya.

BNI juga menyediakan tiket berharga murah untuk penerbangan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan dengan pembelian melalui kartu-kartu BNI selama acara Pameran Perjalanan dan Wisata Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) Phase 1, seperti destinasi wisata Labuan Bajo, Jogjakarta, dan Denpasar, Bali.

Dukungan pun datang dari program promo yang disediakan oleh perusahaan anak BNI, yaitu BNI Syariah. Khusus untuk destinasi Padang dan Lombok, BNI Syariah memberikan kesempatan kepada pengunjung GATF Phase 1 untuk mendapatkan cashback hingga Rp 250.000 dengan minimal transaksi Rp 1 juta.

"Kami turut mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisata ke destinasi-destinasi di dalam negeri, termasuk 10 destinasi wisata prioritas nusantara," ungkapnya.

Pemilik Kartu Kredit BNI berkesempatan memperoleh kenyamanan dalam bentuk keringanan harga tiket ke Labuan Bajo, Jogjakarta, dan Denpasar, Bali selama GATF Phase 1. Keringanan harga per tiketnya bisa mencapai Rp 500.000. Khusus Labuan Bajo bisa mendapatkan tambahan keringanan berupa cashback.

Harga-harga menarik untuk destinasi nusantara tersebut disiapkan sebagai bentuk dukungan BNI pada peningkatan gairah kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke destinasi-destinasi unggulan di tanah air. Langkah ini juga selaras dengan program pemerintah yang menghendaki adanya lonjakan kunjungan wisatawan ke-10 destinasi wisata di Indonesia, antara lain Labuan Bajo dan Borobudur, Jogyakarta.

BNI juga mempermudah transaksi pembelian tiket ke tempat-tempat wisata yang dijual di GATF Phase 1 dengan menyebarkan electronic data capture (EDC) di booth-booth travel agent yang menjadi partner GATF Phase 1. BNI juga menyiapkan fasilitas lain yang memudahkan transaksi selama GATF Phase 1 antara lain mesin ATM, service pada Mobil Layanan Gerak, Central Payment di area pameran, dan lounge.

Kelengkapan tersebut akan menopang layanan-layanan yang disiapkan BNI seperti mini banking services, pengajuan kartu kredit, penambahan limit kredit, dan customer care. [sau]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini