Lengkap, Ini Asumsi Makro RAPBN 2023 dari Pertumbuhan Ekonomi sampai Harga Minyak

Selasa, 16 Agustus 2022 14:58 Reporter : Yunita Amalia
Lengkap, Ini Asumsi Makro RAPBN 2023 dari Pertumbuhan Ekonomi sampai Harga Minyak Presiden Jokowi. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan asumsi makro 2023 untuk penyusunan RAPBN 2023. Sejumlah indikator yang digunakan antara lain dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian nasional terkini, tujuan agenda pembangunan, serta potensi risiko dan tantangan yang dihadapi.

Atas dasar asumsi dasar ekonomi makro tersebut, Jokowi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2023 mencapai 5,3 persen.

"Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan sebesar 5,3 persen. Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional," ujar Jokowi saat memberikan pidato dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2023 beserta Nota Keuangannya, Selasa (16/8).

Selain itu, ekspansi produksi yang konsisten akan terus didorong untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Pun juga berbagai sumber pertumbuhan baru yang harus segera diwujudkan.

"Pelaksanaan berbagai agenda reformasi struktural terus diakselerasi untuk transformasi perekonomian. Investasi harus dipacu serta daya saing produk manufaktur nasional di pasar global, harus ditingkatkan," tegas Jokowi.

Jokowi pun tak luput atas semakin kuatnya sektor swasta sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Maka manajemen kebijakan fiskal dapat lebih diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara perbaikan produktivitas dan daya saing, dengan menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal untuk menghadapi risiko dan gejolak di masa depan.

"Bauran kebijakan yang tepat, serta sinergi dan koordinasi yang semakin erat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan menjadi modal yang kuat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional serta penguatan stabilitas sistem keuangan," bebernya.

2 dari 2 halaman

Asumsi Lainnya

Untuk laju inflasi 2023, Jokowi memasang target agar tetap dijaga pada kisaran 3,3 persen, turun dari capaian per Juli 2022 yang sudah mendekati 5 persen.

Untuk mencapai tujuan itu, Jokowi meminta agar kebijakan APBN akan tetap diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari eksternal, terutama inflasi energi dan pangan.

"Asumsi inflasi pada level ini juga menggambarkan keberlanjutan pemulihan sisi permintaan, terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat," kata Jokowi.

Di sisi lain, rata-rata nilai tukar Rupiah tahun depan diperkirakan bergerak di sekitar Rp14.750 per USD. Kemudian, rata-rata suku bunga Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun diprediksi pada level 7,85 persen.

Selanjutnya, Jokowi juga tidak lupa mencermati harga minyak mentah Indonesia (ICP), di mana pada 2023 mendatang diperkirakan akan berkisar pada USD 90 per barel.

"Di sisi lain, lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660 ribu barel per hari dan 1,05 juta barel setara minyak per hari," pungkas Jokowi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Puan Maharani: APBN 2023 Harus Bisa Antisipasi Dinamika Global & Konflik Geopolitik
Jokowi Puji BPK: Kualitas Tata Keuangan Negara Mampu Hadapi Krisis
Jokowi: APBN Surplus Rp106 T, Pemerintah Mampu Beri Subsidi agar BBM Tak Naik Tinggi
Utang Pemerintah Meningkat, Pembayaran Bunga Kuras Cadangan Devisa
Pemerintah Bangun IKN Pakai APBN, Ini Alasannya
Jokowi Umumkan Kebijakan Baru Subsidi Besok, Harga BBM Bakal Naik?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini