Lelang pertukaran mata uang asing akan digelar rutin

Jumat, 19 Juli 2013 19:29 Reporter : Sri Wiyanti
Lelang pertukaran mata uang asing akan digelar rutin

Merdeka.com - Bank Indonesia akan menggelar lelang pertukaran mata uang asing atau Foreign Exchange (FX swap) secara rutin setiap Kamis, yang dilakukan sebagai upaya memberikan instrumen lindung nilai (hedging) bagi para investor asing. Langkah ini sekaligus memperkuat pasokan valuta asing bank sentral.

"Kalau Anda masih belum yakin mengenai bagaimana menghitung risiko nilai tukar maka kami sediakan lindung nilai," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Jumat (19/7).

Menurutnya, keberadaan FX swap ini akan memberikan jaminan bagi para pelaku usaha untuk melepas dolar dan menukarkannya dengan rupiah. Dolar yang dititipkan untuk sementara pada instrumen ini akan menambah pasokan dolar bank sentral, walau kemudian akan kembali ditukarkan rupiah pada waktu jatuh tempo sesuai dengan nilai tukar acuan (Jisdor) saat dilakukan lelang ditambah premi yang disepakati.

"Esensi utama ini kan untuk managing liquidity (mengelola likuiditas). Yang utama kan likuiditas baik dolar maupun rupiah, bahwa kami mau memastikan likuiditas dolar valas itu ada," tutur Perry.

Lelang perdana FX swap sendiri ditarget USD 500 juta untuk tenor 1, 3 dan 6 bulan telah dilakukan dengan nilai yang dimenangkan sebesar USD 600 juta yang dibagi menjadi USD 300 juta untuk tenor satu dan USD 300 juta untuk tenor tiga bulan. Sementara preminya sebesar 45,3 swap point per USD untuk tenor 1 bulan, dan 330,83 swap point per USD untuk tenor 6 bulan.

"Ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pasar terhadap kondisi likuiditas di pasar domestik, khususnya likuiditas valas. Untuk tenor 3 bulan ada penawaran yang masuk, tetapi swap pointnya tidak masuk sehingga tidak diserap," sambung Perry.

Lelang pertukaran mata uang ini, kata Perry, merupakan bagian dari penguatan bauran kebijakan yang ditempuh bank sentral. Tujuan utamanya yakni penguatan operasi moneter, instrumen lindung nilai (hedging) dan pendalaman pasar melalui pembentukan harga yang lebih efisien dan transparan.

"Sehingga pelaku pasar tidak hanya bergantung pada instrumen cash market dalam pengelolaan likuiditasnya," ucapnya.

Untuk pemilihan waktunya sendiri, lanjut Perry, dinilai sangat tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia. Melalui FX swap, para pemilik dana diberikan perlindungan nilai dari kepemilikan USD yang ditempatkannya di Tanah Air sehingga tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi nilai tukar. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Bank Indonesia
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini