Lelah dengan Lockdown, Miliarder Video Game China Ingin Pindah ke Negara Lain

Jumat, 1 Juli 2022 07:30 Reporter : Merdeka
Lelah dengan Lockdown, Miliarder Video Game China Ingin Pindah ke Negara Lain China Lockdown Kota Karena Lonjakan Kasus Covid-19. ©STR/AFP

Merdeka.com - Sebagian besar orang kaya di China mempertimbangkan untuk bermigrasi di tengah pembatasan kegiatan (lockdown) di negara tersebut. Seperti salah satu pendiri perusahaan video game terbesar di China, XD, yakni Huang Yimeng mengungkapkan akan pindah bersama keluarganya ke luar negeri tahun depan.

Huang Yimeng adalah salah satu pengusaha China paling sukses yang mendapat keuntungan dari usaha video game. Dia ikut mendirikan XD, operator toko game online TapTap, pada tahun 2009 dan memimpin perusahaan tersebut ke listing publik di Hong Kong satu dekade kemudian.

Huang juga menjadi salah satu miliarder baru termuda di China dengan kekayaan bersih USD 1,2 miliar menurut Forbes. Sang miliarder saat ini tinggal bersama anak-anaknya di Shanghai, tempat XD bermarkas.

Huang mengatakan dalam sebuah memo internal yang dilihat oleh karyawan XD bahwa pemindahan tersebut akan dilakukan setelah liburan musim panas berikutnya. Namun, Huang tidak mengungkapkan negara tujuan untuk tempat tinggal barunya nanti.

Pihak XD mengkonfirmasi keaslian memo tersebut dan mengatakan Huang tidak berencana untuk melepaskan kewarganegaraan China-nya. Keputusan Huang untuk pindah bersama keluarganya datang setelah Shanghai baru-baru ini mencabut lockdown Covid-19 yang berlangsung selama dua bulan sejak 1 April 2022.

"Dalam situasi ideal, kebijakan pencegahan Covid-19 China akan dilonggarkan dalam setahun, hubungan internasional akan kurang tegang dan lebih terbuka, dan kita semua dapat sering bepergian untuk tujuan pribadi dan pekerjaan," tulisnya dalam memo internal, dilansir dari South China Morning Post.

2 dari 2 halaman

Saham XD ditutup turun 15,5 persen menjadi USD 2,71 pada Selasa (28/6). Huang tidak menyebut lockdown Covid-19 di Shanghai sebagai alasan di balik rencana relokasinya, namun sebuah tangkapan layar memo Huang yang beredar di media sosial China telah menarik diskusi tentang meningkatnya jumlah keluarga kelas menengah yang ingin meninggalkan negara itu.

Banyak yang mengutip kekhawatiran atas lockdown berkepanjangan dan aturan tes Covid-19 massal yang berulang. Keputusan Huang juga muncul saat perusahaannya mempercepat ekspansi ke luar negeri di tengah meningkatnya persaingan dan peraturan yang diperketat di dalam negeri.

Sebagai salah satu dari sedikit eksekutif teknologi China yang aktif di platform Twitter, Huang Yimeng kerap menulis blog hampir setiap hari tentang kehidupannya sejak dimulainya lockdown, yang memaksa sebagian besar penduduk Shanghai tinggal di rumah untuk mengurangi risiko Covid-19.

"Hari ke-15 lockdown. Ini kotak pangsit terakhir yang saya beli sebelum lockdown," demikian unggahan Huang pada 15 April 2022.

Dalam memonya, Huang pun menjelaskan bahwa dia ingin tinggal di luar China karena menghargai keluarga dan karier secara setara. "Di masa depan, operasi kami di luar negeri akan menjadi bagian yang lebih besar dari bisnis kami, karena XD pasti akan menjadi perusahaan multinasional yang menjangkau berbagai benua," tulisnya.

Rporter: Natasha Kharunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Pendiri Manajemen HR Online dari AS Jadi Miliarder Meski Saham Teknologi Terpuruk
Negara Sultan Memang Beda, Intip Mobil Mewah Dibuang & Terbengkalai di Pinggir Jalan
Miliarder Asal India akan Donasikan Rp114 Triliun di Hari Ulang Tahun
Gara-Gara ini, Orang Terkaya Asia Sampai Rogoh Kocek Rp114,4 T untuk Dibagi-bagikan
Ramai-Ramai Miliarder Khawatir Soal Prediksi Resesi AS
Intip Tujuan Favorit Liburan Orang Terkaya Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini