Lebih murah Rp 5.000 jadi senjata seng ilegal China rebut pasar

Selasa, 26 November 2013 18:45 Reporter : Idris Rusadi Putra
Lebih murah Rp 5.000 jadi senjata seng ilegal China rebut pasar Seng. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Seng ilegal China saat ini membanjiri pasar Indonesia. Seng tersebut lebih murah Rp 5.000 per lembar jika dibandingkan dengan seng hasil industri dalam negeri.

Namun kualitas seng ilegal ini jauh di bawah standar, bahkan tidak tersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ketua 2 Gabungan Asosiasi Pabrik Seng Indonesia (Gapsi) Agus Salim mengatakan dalam industri baja dan seng, penjualan beda Rp 100 saja sangat berpengaruh terhadap perusahaan. Dia mengaku industri lokal akan kalah jika seng China tidak ditindaklanjuti pemerintah.

"Selisih harga tentatif, terendah Rp 5.000. Kita jual Rp 33.000 - Rp 34.000. Mereka jual Rp 30.000 bahkan ada Rp 29.000," kata Agus di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (26/11).

Faktor perbedaan harga membuat Agus mengaku sangat kesulitan meyakinkan konsumen untuk membeli produk lokal. Padahal, kualitas seng asal China tersebut hanya menggunakan 75 persen Zinc sehingga daya tahan seng tersebut paling lama hanya satu tahun saja.

"Saya sulit sekali menjelaskan ke konsumen, orang tidak percaya sama kita. Susah menjelaskan kenapa kami mahal," sambungnya.

Agus menduga, membanjirnya produk seng ilegal dari China disebabkan krisis global yang masih berlangsung. China merasa kesulitan menjual produknya sehingga Indonesia menjadi pasar empuk karena masih merupakan negara berkembang.

"China itu sedang kesulitan pemasaran kemudian mereka melimpahkan produksinya ke Asia, dan konsumsi paling besar ya Indonesia," tutupnya. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ekspor Impor
  3. China
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini