Lebih Murah Dari Elpiji, Gas Batubara Bakal Lebih Populer

Selasa, 18 Desember 2018 17:17 Reporter : Merdeka
Lebih Murah Dari Elpiji, Gas Batubara Bakal Lebih Populer Gas batubara lebih murah dari elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yakin gasifikasi batubara atau dimethyl ether (DME‎) bisa diterima masyarakat sebagai pengganti Liquifeid Petroleum Gas (elpiji). Hal ini disebabkan harga DME yang lebih murah dibanding elpiji non subsidi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Sumber Daya Mineral, Batubara & Listrik, Boy Garibaldi Thohir, mengatakan‎ jika pemerintah ingin mengganti elpiji dengan DME, maka perlu segera gencar melakukan sosialisasi.

"Balik baliknya ke pasar. Gimana nih penerimaan terhadap DME," kata Boy, dalam forum International Energy Agency (IEA) Coal Forecast to 2023 di Mega Kuningan, Jakarta (18/12).

"Sekarang kan masyarakat belum familiar sama DME. Tapi masyarakat banyak yang familiar sama elpiji. Nah tapi saya yakin bisa pelan pelan," tambahnya.

Boy pun yakin, DME bisa bersaing dengan elpiji jika tidak disubsidi. Sebab, harga produk hilir batubara tersebut jauh lebih murah ketimbang LPG yang saat ini sebagian bahan bakunya berasal dari impor. "Ini kenapa elpiji lebih kompetitif, ya karena subsidi. Kalau tidak ya DME ya lebih kompetitif DME," tuturnya.

Untuk teknologi, saat ini sudah ada teknologi yang cukup maju mengubah batubara menjadi DME. Sehingga ada keraguan untuk menerapkan hilirisasi batubara menjadi gas. "Itu menurut saya maju lah ya. Salah satu yang cukup advance dalam teknologi nilai tambah itu memang china. Kita sendiri sudah bicara sama Xen Hua Energy. Coal to Liquid. Coal to Gas. Coal to amonia dan Coal to DME‎," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini