Lebih baik kembangkan sukun dan ubi daripada impor gandum

Jumat, 29 November 2013 15:28 Reporter : Ahmad Baiquni
Lebih baik kembangkan sukun dan ubi daripada impor gandum gandum. ©2012 healthmeup.com

Merdeka.com - Hobi masyarakat Indonesia mengonsumsi mi instan dan roti membuat impor gandum meroket tajam. Per tahun nilai impor gandum mencapai USD 5 miliar. Tingkat ketergantungan akan komoditas gandum pun semakin tinggi.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyayangkan langkah pemerintah yang terus saja mengimpor gandum. Sebab, besarnya impor gandum menggambarkan tingginya ketergantungan terhadap gandum yang notabene bukan tanaman pangan dalam negeri.

"Saya heran kenapa pemerintah masih saja mengimpor gandum. Kenapa tidak dikembangkan produk pangan yang lain," ujar Henry di Jakarta, Jumat (29/11).

Tingginya tingkat ketergantungan pemerintah terhadap impor gandum karena Indonesia tidak mengembangkan gandum dalam komoditas pertanian dalam negeri. Gandum impor semakin deras masuk ke pasar dalam negeri lantaran pemerintah tidak menerapkan kebijakan pengenaan bea masuk impor gandum. Padahal, gandum bukan merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia.

"Harusnya gandum dikenakan biaya masuk, biar nantinya harganya mahal. Dengan begitu, masyarakat beralih untuk mengolah bahan pangan yang tersedia," ungkap dia.

Lebih lanjut Henry menjelaskan, Indonesia memiliki beragam macam bahan pangan yang bisa diolah. Dari potensi itu, seharusnya Indonesia bisa menerapkan diversifikasi pangan ketimbang terus tergantung pada gandum yang sampai saat ini tidak dapat ditanam di dalam negeri.

"Kita masih punya sukun, talas, ubi, dan beragam macam bahan pangan alternatif lain yang jika dimanfaatkan dapat mengurangi bahkan menghapus ketergantungan kita terhadap gandum," pungkas dia. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Ekspor Impor
  2. Pertanian
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini