Layanan antar jemput pakai Mercy terkendala sistem transaksi

Kamis, 14 Agustus 2014 07:32 Reporter : Ardyan Mohamad
Layanan antar jemput pakai Mercy terkendala sistem transaksi Uber Teknologi. ©istimewa

Merdeka.com - Layanan Uber Black, jemputan mobil mewah dengan harga setara taksi tarif reguler, menyapa publik ibu kota Jakarta. Untuk sementara, aplikasi berbasis telepon seluler ini masih mematok skema pembayaran menggunakan kartu kredit.

Mengingat penetrasi kartu kredit belum terlalu besar di Indonesia, perusahaan asal Amerika Serikat ini mengupayakan skema pembayaran lain dalam waktu dekat.

"Tapi itu sebabnya kami memilih Jakarta, sebab pengguna kartu kredit terbanyak di Indonesia ada di kota ini," kata Regional General Manager Uber untuk Asia Tenggara, Michael Brown kepada merdeka.com, saat ditemui di Peluncuran Uber Black, di The Plaza, Jakarta, Rabu (13/8).

Dari pengalaman Uber yang beroperasi di 60 kota lain di dunia, isu kartu kredit biasanya tidak terlalu bermasalah. Cuma, Jakarta memang punya karakteristik tersendiri, yang diakui serupa penumpang di Manila (Filipina) atau Ho Chi Minh City (Vietnam).

Beroperasi di dua kota Asia Tenggara itu, Uber dihadapkan pada demografi warga yang tak biasa melakukan transaksi non-tunai. "Kami akan coba cari kemungkinan pembayaran selain dengan kartu kredit. Harapannya tentu agar jumlah pengguna kami semakin meningkat," kata pria akrab disapa Mike ini.

Untuk tarif Jakarta, Uber mematok tarif buka pintu awal Rp 7.000, selanjutnya penumpang membayar RP 2.580 per kilometer. Mobil yang bisa dipilih konsumen adalah Mercedes Benz C-Class, Toyota Camry, atau Toyota Alphard.

Maksimum penumpang kendaraan sedan setiap kali penjemputan adalah empat orang. Mike mengatakan, untuk penumpang lebih banyak, konsumen sebaiknya memilih MPV yang interiornya lebih lega. "Kami memahami bahwa konsumen Indonesia suka bepergian berombongan, itu kenapa armada Alphard juga kami sediakan."

Isu mekanisme pembayaran yang terpatok kartu kredit ini juga disampaikan Wilson Santoso (30), warga Jakarta yang hadir dalam peluncuran perdana Uber Black. Dia mengaku sangat tertarik memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan Uber. Dia kepincut dengan janji waktu penjemputan tak sampai 10 menit. Ditambah kemudahan pemesanan yang hanya tinggal mengakses ponsel, lewat iOs, Android, atau Windows Phone.

Wilson merasa dengan fasilitas Uber, dia tidak perlu ke pinggir jalan atau menunggu kendaraan umum di halte dengan waktu tak menentu.

"Tapi kalau bisa, Uber di Indonesia harus menyediakan layanan pembayaran seperti pesawat. Ya misalnya bisa dengan kartu debit atau bisa di Indomaret atau Alfamart," ujarnya.

Untuk sementara Uber baru bersedia menjemput penumpang dari kawasan bisnis Jakarta, yakni Senopati, Sudirman, Thamrin, Senayan, dan Kuningan. Tapi untuk wilayah pengantaran dan lama penyewaan, tidak ada patokan.  Kalau perlu, mobil Uber bersedia mengantar sampai Bandung yang jaraknya mencapai 180 kilometer dari Ibu Kota.

Ini karena Uber bekerja sama dengan perusahaan rental mobil, yang sifatnya fleksibel dan tidak terpacang wilayah operasional seperti taksi atau bus. "Secara teoritis, mengantarkan penumpang sampai Bandung pun seharusnya tak masalah," kata Mike. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini