Laporkan, ini Sanksi Bagi SPBU Pertamina Curang

Sabtu, 25 Juni 2022 10:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Laporkan, ini Sanksi Bagi SPBU Pertamina Curang SPBU Curang Pertamina. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina memberikan sanksi penutupan SPBU selama 6 bulan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3442117 Gorda di Kibin, Kabupaten Serang. Ini setelah didapati SPBU tersebut melakukan kecurangan dengan memodifikasi mesin dispenser.

Modus kecurangan penjualan BBM berjenis Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar dilakukan oleh petugas SPBU dengan cara melakukan pengaturan pada mesin dispenser yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan alat berupa remote control.

Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengungkapkan, tidak akan mentolerir jika ada oknum SPBU yang melakukan tindakan kecurangan seperti ini. Mengatur takaran dengan alat modif remote control ini sangat merugikan masyarakat. Maka sanksi yang diberikan pun tidak segan-segan yakni berupa penutupan SPBU selama 6 bulan.

"Kami mengapresiasi serta mendukung penuh tim Polda Banten yang telah melakukan penindakan terhadap kejadian ini, sehingga BBM khususnya Subsidi bisa tersalurkan dengan baik dan semestinya kepada masyarakat yang berhak," kata Eko seperti ditulis Sabtu (25/6).

Pertamina senantiasa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi penyaluran distribusi BBM bersubsidi, serta apabila menemukan indikasi kecurangan dapat melaporkan kepada aparat kepolisian maupun Pertamina Call Center 135.

2 dari 2 halaman

Ketahuan Curangi Takaran, Pemilik SPBU Terancam Penjara 6 tahun dan Denda Rp 60 M

takaran pemilik spbu terancam penjara 6 tahun dan denda rp 60 m

Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan memperingatkan lembaga penyalur BBM atau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang melakukan pelanggaran dalam takaran BBM kepada masyarakat akan disegel. Selain dilakukan penyegelan, sesuai dengan Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001, pemilik SPBU yang kedapatan melakukan penyalahgunaan distribusi BBM akan dikenakan denda hingga Rp 60 miliar dan ancaman kurungan enam tahun penjara.

Staf Direktorat Metrologi, Ake Erwan, mengatakan masyarakat diminta untuk melaporkan jika ada SPBU yang melakukan pelanggaran di atas batas toleransi +/- 0,5 persen atau 100 mililiter (ml) dari bejana ukur sebanyak 20 liter.

"Dari bejana ukur sebanyak 20 liter, misal terjadi pelanggaran toleransi paling tinggi 100 ml karena ada penyusutan. Lebih dari toleransi itu, kami akan buat penyegelan," kata Ake seperti dikutip dari Antara pada konferensi pers di Kantor BPH Migas Jakarta, Kamis (5/10).

Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar mengatakan jenis hukuman berbeda antara pelanggaran untuk BBM subsidi dan non-subsidi.

"Apabila SPBU tersebut melakukan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi, sesuai Pasal 55 ancamannya enam tahun dengan denda Rp 60 miliar, sedangkan BBM nonsubsidi, ancamannya di Pasal 53, empat tahun kurungan dengan denda Rp 40 miliar," katanya.

Pengawasan volume distribusi BBM ini menjadi salah satu yang akan diperiksa dalam operasi patuh penyalur (OPP) oleh badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berkoordinasi dengan Kepolisian (Korwas PPNS Bareskrim Polri) dan Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan.

Baca juga:
Modus Curang SPBU di Serang, Pakai Remote Control Kurangi Volume BBM
Fakta Baru Kecurangan SPBU di Bintaro Tangerang Selatan, Operator Telah Dipecat
Kemendag Temukan 14 SPBU Curang, Tersebar di Berbagai Kota
Petugas Segel Mesin Pompa BBM di 2 SPBU Kawasan Badung yang Terbukti Curang
Pemilik SPBU Curang Harus Dipidana
Modus Kecurangan SPBU di Indramayu
Diduga Curang, SPBU di Medan Disegel

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini