Lantik Pejabat Ditjen Perbendaharaan, Menteri Sri Mulyani Ingatkan Soal Digitalisasi

Jumat, 30 April 2021 11:44 Reporter : Dwi Aditya Putra
Lantik Pejabat Ditjen Perbendaharaan, Menteri Sri Mulyani Ingatkan Soal Digitalisasi Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati melantik lima pejabat tinggi pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan dan empat pimpinan Politeknik Keuangan Negara STAN. Pelantikan dilakukan secara terbuka dan virtual dengan mengikuti protokol kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengingatkan, DJPb Kemenkeu adalah thresher yang memiliki fungsi sebagai bendahara negara melaksanakan pengelolaan kas, menjaga tata kelola serta akuntabilitas, dan transparansi di dalam pengelolaan dan melaksanakan fungsi perbendaharaan negara.

Dia mengaku senang DJPb saat ini menjadi salah satu unit yang terus melakukan inovasi dengan mengadaptasi teknologi, terutama teknologi digital di dalam reformasi fungsi perbendaharaan di Indonesia. Menurutnya ini merupakan suatu perjalanan yang cukup panjang.

"Jadi saya minta seluruh pejabat baru yang dilantik maupun pejabat yang eksisting di Direktorat Jenderal Perbendaharaan terus fokus untuk melaksanakan fungsi perbendaharaan secara maksimal dalam kondisi yang extraordinary," katanya dalam pelantikan, di Kementerian Keuangan, Jumat (30/4).

Menteri Sri Mulyani menyampaikan posisi DJPb ini merupakan salah satu posisi yang sangat penting di dalam mewujudkan fungsi perbendaharaan. Apalagi di dalam kondisi covid semua mengalami transformasi digital yang lebih cepat. Di mana volatility komplekslity dan ambiguity menjadi ciri perubahan transformasi digital.

"Maka saya minta seluruh pejabat di kementerian keuangan untuk terus mengawal perubahan di dalam era digital ini dengan tetap berfokus kepada kehati-hatian, ketepatan, akuntabilitas, transparansi, dan tentu kita harus tetap menjaga kinerja dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan," pesannya.

Sementara untuk para kepala kantor wilayah atau Kanwil yang hari ini juga dilantik, dia meminta agar tidak hanya sebagai kepala kasir. Namun dia menjadi salah satu representasi dari kementerian keuangan yang memiliki kewibawaan dan prinsip-prinsip tata kelola yang bisa dijadikan contoh.

"Saya juga minta kakanwil bertindak sebagai chief economist di daerah di dalam menjelaskan fungsi dan kebijakan fiskal dalam melihat bagaimana dampak APBN di masing-masing daerah dan juga memiliki sensitifitas serta kerangka berpikir bahwa uang negara harus menghasilkan manfaat maksimal bagi rakyat dan bagi perekonomian untuk menciptakan kesejahteraan dan penciptaan kesempatan kerja," jelasnya.

"Jadi jangan memiliki mental hanya kasir penyaluran uang tapi harus memiliki kerangka berpikir policymaker untuk mewakili kementerian keuangan di daerah sebagai ekonomis dan juga sebagai policymaker," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini