Lama terkatung, Blue Bird akhirnya melantai di bursa

Jumat, 3 Oktober 2014 11:41 Reporter : Ardyan Mohamad
Lama terkatung, Blue Bird akhirnya melantai di bursa Direksi Blue Bird. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan taksi PT Blue Bird akhirnya merealisasikan rencana lima tahun terakhir untuk menawarkan saham perdana ke publik (IPO). Total saham dilepas sebanyak 20 persen, atau setara 531.400.000 lembar saham.

IPO ini juga menjadi salah satu bintang Bursa Saham Indonesia yang sepanjang 2014 minim partisipasi emiten besar.

Presiden Direktur Blue Bird Purnomo Prawiro menjelaskan pihaknya menargetkan 50 persen dana segar dari bursa itu menjadi belanja modal. "Itu untuk menambah kendaraan dan pool taksi baru," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/10).

Selain itu, 35,7 persen hasil IPO akan dipakai membayar utang, dan 14,2 persen untuk modal kerja perseroan.

Blue Bird yang kini menguasai 33 persen pangsa pasar taksi di Indonesia, sudah mengajukan rencana IPO pada otoritas bursa sejak pertengahan 2012. Akan tetapi, ambisi itu beberapa kali terganjal.

Terutama akibat adanya sengketa hukum dengan bekas anggota direksi, Mintarsih A. Latief yang menguasai perusahaan taksi Gamya. Penggugat mempermasalahkan Otoritas Jasa Keuangan yang dianggap lalai kalau sampai meloloskan Blue Bird melantai di bursa.

Surat gugatan bernomor 311/Pdt.G./2013/PN JKT Sel yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 17 Mei 2013 itu proses hukumnya masih berjalan sampai sekarang.

PT Express Trasindo Utama Tbk, perusahaan taksi pesaing dari segmen tarif bawah malah mendahului IPO. Padahal Blue Bird yang lebih dulu mencuat di media akan melantai ke bursa sejak tiga tahun terakhir.

Blue Bird menggandeng PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT UBS Securities Indonesia sebagai penjamin efek (underwriter) IPO ini. Purnomo optimis, penawaran saham mereka yang sudah ditunggu-tunggu bisa diserap pelbagai investor, baik ritel maupun institusi.

Perseroan menggelar penawaran awla (bookbuilding) mulai hari ini hingga 10 Oktober. Selanjutnya penawaran umum 24-28 Oktober.

"Kami akan mencatatkan di bursa pada 3 November," ungkapnya.

Blue Bird kini memiliki 30.298 armada pelbagai jenis kendaraan di seluruh Indonesia, sementara 23.932 unit adalah taksi reguler. Per 30 April 2014, perseroan meraup pendapatan bersih Rp 1,4 triliun. CAGR Blue Bird dalam periode 2011-2013 tumbuh 23,7 persen. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. IPO
  2. Taksi Blue Bird
  3. Bursa Saham
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini