Lahirkan Wirausaha Baru, Kemenperin Lanjutkan Program Santripreneur

Senin, 3 Agustus 2020 11:21 Reporter : Dwi Aditya Putra
Lahirkan Wirausaha Baru, Kemenperin Lanjutkan Program Santripreneur Direktur Jenderal IKM Gati Wibawaningsih. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian terus fokus mengembangkan wirausaha baru di sektor industri kecil dan menengah (IKM) dengan kembali melanjutkan program penumbuhan wirausaha baru di kalangan pesantren, Santripreneur.

Pembukaan kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan WUB dalam bentuk bimbingan teknis dan fasilitas mesin/peralatan ini di selenggarakan secara daring di Jawa Tengah dan Jawa Timur di antaranya di Kota Malang, Kab. Malang, Kab. Purworejo, Kab. Kendal, Kab. Batang, Kota Semarang dan Kab. Demak.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih menjelaskan, pihaknya terus menggalakan program Santripreneur ini karena melihat potensi besar dari pesantren dan santri.

"Pesantren dan para santri yang ada di pondok merupakan potensi yang dapat dikembangkan dengan stimulus yang tepat guna dan tepat sasaran. Kami melihat banyak pesantren yang sudah dapat memenuhi kebutuhan internal pesantren bahkan memiliki unit bisnis yang juga melayani kebutuhan luar pesantren," jelas Gati dalam keterangannya, Senin (3/8)

Dia menjelaskan, kegiatan Bimbingan Teknis dan Fasilitasi Mesin/Peralatan ini merupakan implementasi program Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru di lingkungan Pondok Pesantren (Santripreneur) tahun anggaran 2020 yang dilaksanakan oleh Ditjen IKMA bekerjasama dengan 8 Pondok pesantren.

Di antaranya adalah Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Pondok Pesantren An Nur II Al Mutadlo, Pondok Pesantren Al Iman, Pondok Pesantren Nuril Anwar, Pondok Pesantren Azzahro', Pondok Pesantren Al Minhaj, Pondok Pesantren Askhabul Kahfi dan Pondok Pesantren Sholihiyyah.

"Fasilitas mesin/peralatan produksi ini kami berikan kepada pondok pesantren dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan bagi pondok pesantren sebagai unit bisnis yang baru pada pondok pesantren," imbuhnya.

Adapun Fasilitas mesin/peralatan produksi tersebut antara lain di bidang olahan pangan & minuman, perbengkelan roda dua; kerajinan boneka dan kain perca; konveksi busana muslim & seragam; daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair, Kosmetik dan Home-Care, dan Paving Block.

"Ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama antara Pemerintah dengan masyarakat, terutama bagi para santri untuk bersama-sama membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih baik. Oleh karena itu saya mendorong agar para santri selepas lulus dari pondok pesantren tidak hanya menjadi guru di Mushola atau Masjid tapi juga menjadi seorang Santripreneur," terang Gati.

Baca Selanjutnya: Sejak tahun 2013 termasuk 8...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kemenperin
  3. Wirausaha
  4. UMKM
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini