Kurs Rupiah Merosot Dibayangi Rencana Perpanjangan Kebijakan Burden Sharing

Kamis, 3 September 2020 12:09 Reporter : Idris Rusadi Putra
Kurs Rupiah Merosot Dibayangi Rencana Perpanjangan Kebijakan Burden Sharing Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis diperkirakan melemah dan masih dibayangi sentimen rencana perpanjangan kebijakan berbagi beban (burden sharing) antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) hingga 2022.

Pada pukul 10.15 WIB, Rupiah melemah 55 poin atau 0,37 persen menjadi Rp14.800 per USD dari sebelumnya Rp14.745 per USD.

"Dalam jangka pendek burden sharing akan menjadi katalis negatif untuk Rupiah. Tapi untuk jangka panjang saya berharap ini akan positif untuk ekonomi Indonesia agar dapat pulih lebih cepat," kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Kamis (3/9).

Menurut Rully, pasar memang melihat bahwa prospek ekonomi ke depan masih penuh ketidakpastian meski aktivitas ekonomi sudah mulai bergerak secara gradual.

Berbagai kebijakan memang dibutuhkan untuk mendorong ekonomi agar dapat pulih dengan cepat dari resesi ekonomi. "Namun memang dalam jangka pendek diperlukan kebijakan yang di luar kebiasaan, antara lain dengan burden sharing BI-Kemenkeu ini," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Pengaruh Eksternal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini