Kurs Rupiah Ditutup Melemah Ke Level Rp14.130 per USD

Kamis, 21 Oktober 2021 16:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kurs Rupiah Ditutup Melemah Ke Level Rp14.130 per USD Rupiah. ©2018 Merdeka.com/Azzura Zurae

Merdeka.com - Nilai tukar atau Kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah ke level Rp14.130 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.076 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.120 hingga Rp14.160 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, syarat utama agar ekonomi Indonesia pulih adalah menjaga penanganan pandemi Covid-19. Penanganan covid-19 wajib dilakukan agar tidak terjadi gelombang ketiga.

"Dan di akhir tahun 2021 masyarakat yang sudah di vasinasi diharapkan mencapai 80 persen dan dosis kedua bisa diselesaikan pada kuartal pertama tahun depan," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Kamis (21/10).

Sedangkan untuk pemulihan ekonomi tetap dilanjutkan pada 2022 terutama untuk sektor kesehatan dan perlindungan sosial. Terjaganya pertumbuhan ekonomi dan terkendalinya pandemi Covid-19 menjadi bukti tepatnya kebijakan dan program pemerintah.

"Pemerintah dalam dua tahun terakhir berhasil menahan kontraksi ekonomi di tahun 2020 yang hanya sebesar minus 2,07 persen (YoY) dan menjadikan Indonesia menempati peringkat ke-4 di antara negara G-20," jelasnya.

Memasuki tahun 2021, penguatan pengendalian pandemi juga berhasil mendorong ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 7,07 persen (YoY) di Kuartal Kedua 2021 dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

"Konsumsi pemerintah terus memegang peranan aktif dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi selama pandemi, termasuk di Kuartal Kedua 2021," katanya.

Alhasil, upaya ini dapat mendorong peningkatan pada komponen konsumsi rumah tangga dan investasi. Selain itu, pemulihan yang terjadi di berbagai sektor utama, seperti sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, sektor konstruksi, serta sektor transportasi dan pergudangan mencerminkan aktivitas ekonomi sudah kembali bangkit.

Begitu juga dengan upaya pengendalian inflasi di level 1,68 persen (YoY) pada tahun 2020. Hingga September 2021, inflasi juga masih terjaga rendah dan stabil di level 1,60 persen (YoY). Sementara dalam hal investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami kenaikan.

PMDN dan PMA Semester Pertama 2021 masing-masing bisa naik 3,5 persen dan 16,8 persen. Ini tentu akibat transformasi perekonomian melalui Undang Undang Cipta Kerja. Lebih lanjut dari sisi kemiskinan dan pengangguran yang sempat meningkat akibat COVID-19 juga telah berhasil diturunkan. Angka kemiskinan menurun dari 10,19 persen pada September 2020 menjadi 10,14 persen pada Maret 2021.

"Di saat yang sama, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia telah mencapai 96,2 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat kesembuhan global yang sebesar 90,6 persen. Adapun angka positivity rate Indonesia berada di bawah 0,5 persen dengan reproduction rate di bawah 1 persen," jelasnya.

"Selain itu, per 19 Oktober 2021 total dosis vaksinasi telah mencapai 174 juta dosis. Dengan vaksinasi yang sudah mencapai 174 juta dosis maka Indonesia berada di posisi ke-5 di dunia," tandas Ibrahim.

Baca juga:
Hari Ini, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.076 per USD
Jelang Libur Maulid Nabi, Kurs Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.076 per USD
Bank Indonesia Klaim Pelemahan Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Ringgit Malaysia
Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Ekspektasi Tapering The Fed
CEK FAKTA: Tidak Benar Bank Indonesia Kembali Mencetak Uang Logam Rp100.000
Kurs Rupiah Ditutup Perkasa Ditopang Surplus Neraca Perdagangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini