Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 15 Oktober 2021 11:18 Reporter : Siti Nur Azzura
Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Jumat (15/10). Rupiah dibuka di Rp14.070 per USD, menguat dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.117 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah melemah usai pembukaan ke Rp14.095 per USD, namun kembali menguat ke Rp14.073 per USD. Meski sempat melemah kembali ke Rp14.093, Rupiah kembali menguat dan saat ini berada di Rp14.088 per USD.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini diprediksi menguat seiring turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

"Nilai tukar menguat cukup dalam kemarin. Kemungkinan momentum penguatan tersebut bisa berlanjut hari ini seiring dengan terkoreksinya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield tenor 10 tahun sudah terkoreksi ke bawah 1,6 persen selama dua hari beruntun," kata Ariston di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (15/10).

Menurut Ariston, terkoreksinya imbal hasil (yield) obligasi AS mungkin karena pasar mendapatkan data inflasi produsen AS di bawah ekspektasi. Semalam data inflasi dari sisi produsen AS untuk September mengalami kenaikan 8,6 persen (yoy) tapi di bawah ekspektasi pasar 8,7 persen (yoy).

Selain itu, penguatan rupiah juga mendapatkan dukungan dari membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko yang ditandai dengan penguatan indeks-indeks saham global. Pagi hari ini indeks Asia terlihat bergerak menguat. Penguatan indeks saham tersebut didukung oleh laporan pendapatan perusahaan yang membaik di masa pandemi.

Ariston menyampaikan proyeksi kenaikan surplus perdagangan karena kenaikan harga komoditas ekspor juga mendukung penguatan rupiah. Hari ini pasar menantikan data neraca perdagangan September dengan proyeksi surplus USD3,84 miliar.

"Namun di sisi lain, pasar masih mewaspadai sentimen tapering yang bisa membalikkan rupiah," ujar Ariston.

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 pada Kamis (14/10) kemarin mencapai 1.053 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,23 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 37 kasus sehingga totalnya mencapai 142.848 kasus.

Kasus sembuh bertambah sebanyak 1.715 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,07 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 19.852 kasus. Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 104,31 juta orang dan vaksin dosis kedua 60,42 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp14.090 per USD dengan potensi resisten di kisaran Rp14.150 per USD. [azz]

Baca juga:
Kurs Rupiah Ditutup Menguat Tajam ke Level Rp14.118 per USD
Imbal Hasil Surat Utang AS Turun, Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini
Kurs Rupiah Ditutup Stagnan di Level Rp14.218 per USD
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.217 per USD
Kurs Rupiah Melemah ke Level Rp14.213 per USD
Kurs Rupiah Ditutup Menguat Seiring Terkendalinya Pandemi Covid-19 di Tanah Air

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini