Kurs Dolar menguat, pemerintah didorong transaksi pakai mata uang alternatif

Kamis, 11 Oktober 2018 14:34 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kurs Dolar menguat, pemerintah didorong transaksi pakai mata uang alternatif Dolar Baru. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Assyifa Szami Ilman menyebut bahwa melemahnya nilai tukar Rupiah harus ditahan dengan berbagai upaya. Salah satunya dengan mendorong transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan mata uang alternatif. Hal ini diperlukan untuk mengurangi beban perekonomian nasional.

"Melemahnya nilai tukar Rupiah secara terus menerus hingga menembus angka Rp 15.000 per USD tidak dapat dipungkiri sudah menekan perekonomian Indonesia," ujar Ilman di Jakarta, Kamis (11/10).

Salah satu dampak pelemahan nilai tukar yaitu memperberat transaksi perdagangan yang menggunakan mata uang Dolar AS. Semakin parahnya depresiasi nilai Rupiah ini, pemerintah sebaiknya mempertimbangkan penggunaan mata uang alternatif pengganti Dolar AS untuk transaksi perdagangan internasional.

"Mata uang Yuan Renmimbi Tiongkok dapat menjadi alternatif. Hal ini mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia," ungkap Ilman.

Berdasarkan data Statistik Kementerian Perdagangan, nilai impor non-migas dari Tiongkok mencapai 27,4 persen dari total perdagangan selama Semester I-2018. Pemerintah perlu mendorong perusahaan importir yang melakukan perdagangan dari Tiongkok untuk melakukan pembayaran dalam Yuan Renminbi.

Selain itu, depresiasi nilai rupiah terhadap Yuan Renminbi lebih rendah apabila dibandingkan dengan Dolar AS. Sejak 1 Januari 2018, nilai Rupiah terdepresiasi terhadap Yuan Renminbi (CHY) sebesar -5,47 persen. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan nilai depresiasi Rupiah terhadap USD sebesar -12,14 persen.

"Mitra dagang utama Indonesia lainnya, seperti Jepang, Thailand dan Singapura, memiliki porsi perdagangan yang cukup signifikan pula dengan Tiongkok. Sehingga tidak menutup kemungkinan negara-negara tersebut juga terbuka untuk mempertimbangkan transaksi menggunakan mata uang Yuan Renminbi Tiongkok," jelas Ilman.

Bank Indonesia juga dapat terus mendorong kebijakan yang sudah bergulir sebelumnya, yaitu mendorong transaksi bilateral dengan Thailand dan Malaysia untuk menggunakan mata uang lokal, yaitu Ringgit Malaysia dan Baht Thailand. Dengan mengintensifkan transaksi dengan mata uang tersebut, cadangan devisa tidak akan mengalami pergerusan sebesar transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan USD. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini