Kurator Batavia Air: Penumpang urusan terakhir

Kamis, 31 Januari 2013 20:25 Reporter : Idris Rusadi Putra
Penumpang Batavia Air. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Tim kurator PT Metro Batavia, pengelola Batavia Air, mengatakan penumpang adalah urusan terakhir proses pemailitan maskapai tersebut. Prioritas pertama adalah kreditur yang menuntut kewajiban utang harus dilunasi.

"Dalam kepailitan itu didahulukan kreditur istimewa, karyawan dan pajak. Kemudian baru penumpang," ujar salah satu tim kurator Batavia Air, Andra saat konferensi pers di Senayan, Kamis (31/1).

Tim kurator mengaku, pihaknya belum mengetahui bagaimana bentuk penyelesaian pengembalian tiket tersebut. Dia malah berharap ada perusahaan yang akan mengakuisisi maskapai tersebut. "Siapa tahu nanti ada investor masuk di tengah perjalanan. Nanti bisa ditukar tiket atau bagaimana," ujar dia.

Sebelumnya, pengadilan Niaga Jakarta Pusat akhirnya memutuskan mengabulkan permohonan dari perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) yang menggugat pailit PT Metro Batavia selaku operator maskapai penerbangan Batavia Air.

IFLC melakukan gugatan pailit terhadap Batavia Air. Batavia 'dibangkrutkan' karena tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012 yang jumlahnya mencapai USD 4,68 juta.

Pagi tadi, ratusan penumpang memadati kantor cabang di Bandara Soekarno-Hatta dan kantor pusat Batavia Air. Mereka berang merasa diterlantarkan oleh pihak maskapai. [rin]

Topik berita Terkait:
  1. Batavia Air
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.