Kubu Hary Tanoe klaim badan arbitrase sahkan TPI milik MNC

Jumat, 12 Desember 2014 18:23 Reporter : Saugy Riyandi
Kubu Hary Tanoe klaim badan arbitrase sahkan TPI milik MNC Gerbang MNC TV. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Berkah Karya Bersama menyebut badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) telah memutuskan MNC sebagai pemilik saham 75 persen saham Televisi Pendidikan Indonesia atau kini bernama MNC TV. Penilaian itu menyusul pengesahan saham PT Berkah di TPI.

Kuasa Hukum PT Berkah Karya Bersama Andi Simangunsong mengatakan BANI telah memutuskan kepemilikan saham TPI yang sah adalah PT Berkah Karya Bersama sebesar 75 persen. Lantaran, PT Berkah Karya Bersama telah membantu TPI versi Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab disapa Mbak Tutut membayar utang hingga mencapai Rp 1,6 triliun.

"Selain itu, pengalihan 75 persen saham TPI dari PT Berkah Karya Bersama kepada MNC Grup juga dinyatakan sah secara hukum," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/12).

Dia menuturkan, BANI juga memutuskan Tutut melanggar perjanjian investasi karena mencabut surat kuasa kepada PT Berkah yang sejatinya tidak dapat dicabut. Untuk itu, kata dia, BANI menghukum Tutut mengembalikan kelebihan pembayaran dengan cost of fund sebesar Rp 510 miliar kepada PT Berkah Karya Bersama.

"Kami berharap putusan ini dapat memberikan kepastian hukum untuk khalayak ramai yang terkait langsung maupun tidak langsung pada status kepemilikan saham TPI," ucapnya.

Andi juga membeberkan latar belakang BANI memenangkan sengketa PT CTPI kepada PT BKB. Dia menyebut hadirnya dua surat bertandatangan Tutut lah yang kemudian membuktikan adanya kerjasama yang telah berlangsung antara PT BKB dengan Tutut. Dari surat itu juga hakim arbitrase kemudian bisa membenarkan adanya pengambilalihan saham sebesar 75% yang sebelumnya dijanjikan oleh Tutut.

"Surat dari Tutut tertanggal 20 Desember 2004 dan 18 Maret 2005 yang isinya mengatakan kepada PT BKB (kliennya beliau) yaitu terimakasih hutang kami telah di bayarkan. Jadi itu dua bukti utama bahwa Tutut mengakui hutangnya sudah dibayarkan PT BKB dan sebagai imbalannya dia harus memberikan 75% saham di PT CTPI," jelas Andi.

Andi menambahkan, setelah perusahaan maju dibawah kepemilikan investor baru Tutut melanggar janji dengan berkeinginan mengambil kembali saham tersebut.

"Tiba-tiba pihak Tutut mengatakan 'aku ganti uangmu deh'. Padahal sesuai perjanjian dia harus memberikan 75% sebagai kontrak prestasi," tandasnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. MNC
  2. Kasus TPI
  3. Badan Arbitrase
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini