Kuartal I-2021, Industri Pengolahan Nonmigas Surplus Capai USD3,69 M

Selasa, 27 April 2021 10:27 Reporter : Sulaeman
Kuartal I-2021, Industri Pengolahan Nonmigas Surplus Capai USD3,69 M Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian mencatat, neraca perdagangan industri pengolahan nonmigas sepanjang Januari-Maret 2021 mengalami surplus sebesar USD3,69 miliar. Capaian positif ini merupakan hasil dari kinerja ekspor sektor manufaktur yang meningkat pada periode tersebut.

"Secara kumulatif, nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada Januari-Maret 2021 adalah sebesar USD3,96 miliar atau naik 18,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (25/4).

Dia menyampaikan, meskipun di tengah terpaan dampak pandemi Covid-19, kinerja pengapalan industri manufaktur masih mendominasi terhadap capaian nilai ekspor nasional. "Sepanjang tiga bulan tahun ini, sektor manufaktur memberikan kontribusi terbesarnya hingga 79,66 persen dari total nilai ekspor nasional yang menyentuh USD48,90 miliar," ungkapnya.

Adapun tiga sektor primadona yang membuat kinerja ekspor manufaktur tersebut menjadi gemilang, yaitu industri makanan dan minuman dengan sumbangsihnya sebesar USD9,69 miliar, kemudian disusul industri logam dasar mencapai USD5,87 miliar, serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar USD4,18 miliar.

Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit. Sementara itu, berkat hilirisasi di sektor logam, ekspor produk besi dan baja Indonesia telah memberikan nilai tambah signifikan bagi devisa.

"Selanjutnya, berbagai produk kimia juga menjadi primadona ekspor nonmigas kita. Ini yang diharapkan bisa menjadi tulang punggung dari ekspor kita di masa yang akan datang. Selama ini, produk-produk industri terbukti mampu menjadi pilar utama bagi capaian nilai ekspor nasional," terangnya.

Oleh karenanya, Agus memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pelaku industri di tanah air yang masih agresif menembus pasar internasional di tengah tantangan kondisi pandemi saat ini. Setelah industri nasional mampu memenuhi kebutuhan domestik, juga sudah bisa membuat produk yang berkualitas dan kompetitif di pasar global.

"Kami optimistis, capaian kinerja ekspor yang sangat baik di saat masa pandemi ini, menujukan bahwa pelaku industri kita mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Sehingga dapat mendorong upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini