Kuartal I-2021, Bank Syariah Indonesia Cetak Laba Bersih Rp742 Miliar

Kamis, 6 Mei 2021 18:18 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kuartal I-2021, Bank Syariah Indonesia Cetak Laba Bersih Rp742 Miliar Direktur Consumer dan Retail Transaction Bank Mandiri Hery Gunardi. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia

Merdeka.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) atau BSI mencatatkan kinerja positif perdananya selama kuartal I-2021. Perseroan berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp742 miliar atau tumbuh sekitar 12,85 persen dari periode sama 2020 sebesar Rp657 miliar.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi mengatakan, kenaikan kinerja kuartal I-2021 didorong oleh kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil sampai triwulan 1 2021 sebesar 5,16 persen secara year on year (yoy).

"BSI mencatat laba bersih Rp742 milliar di Q1 atau mengalami pertumbuhan 12,85 persen. Alhamdulillah meskipun masih ada dampak dari Covid-19," kata Hery usai melakukan RUPST, Kamis (6/5).

Hery mengatakan kenaikan laba ini didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah yang optimal sehingga cost of fund atau biaya dana bagian dari keuntungan bank menjadi lebih besar.

"Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus ke empat hal diantaranya mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan sustain, memanage efisiensi, akselerasi kapabilitas digital dan integrasi operasional pasca merger," kata Hery.

Dengan pertumbuhan laba yang tinggi, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas ditandai dengan meningkatnya ROE (Return on Equity) dari 11,19 persen per Desember 2020 menjadi 14,12 persen per Maret 2021.

Dari sisi bisnis, Bank Syariah Indonesia pada kuaral I-2021 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp159 triliun, naik 14,74 persen dari periode sama 2020 sebesar Rp138,6 triliun. Komposisi Pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen Konsumer sebesar Rp71,6 triliun (45,0 persen dari total pembiayaan); segmen Korporasi Rp37,3 triliun (23,5 persen); segmen Kecil dan Menengah Rp20,8 triliun (13,1 persen); Mikro Rp15,0 triliun (9,4 persen); dan Komersial Rp9,6 triliun (6,1 persen).

Seiring kenaikan bisnis, BSI tetap menjaga kualitas pembiayaan ditunjukkan dengan tren penurunan NPF gross dari 3,35 persen di kuartal I-2020 menjadi 3,09 persen di kuartal I-2021. Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, BSI juga telah mencadangkan cash coverage sebesar 137,48 persen sampai kuartal I-2021.

Baca Selanjutnya: Dari sisi Liabilitas penghimpunan Dana...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini